Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan setelah muncul akun WhatsApp palsu yang mencatut nama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, guna melancarkan aksi penipuan berkedok transaksi keuangan.
Modus tersebut terungkap setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menggunakan nomor 0821-9232-249. Pelaku memasang foto profil Noni Yuliesti untuk meyakinkan calon korban dan menyamar seolah-olah sebagai pejabat resmi di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Dalam percakapan yang beredar, akun palsu itu menghubungi seseorang yang dipanggil “Pak Vito” dan langsung membahas urusan transfer dana melalui sistem RTGS atau Real-Time Gross Settlement.
“Untuk transfer RTGS masih bisa. Ibu rencana untuk upayakan selesai kegiatan,” tulis akun tersebut dalam pesan yang beredar.
Dari isi percakapan, pelaku diduga berupaya memanfaatkan identitas Kepala Bapenda untuk memengaruhi korban agar melakukan transfer uang dengan dalih kebutuhan penyelesaian kegiatan dinas.
Menanggapi hal itu, pihak terkait memastikan nomor WhatsApp tersebut bukan milik Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti. Pemerintah menegaskan akun tersebut merupakan aksi penipuan yang sengaja menggunakan nama dan foto pejabat daerah untuk kepentingan pribadi.
Masyarakat, ASN, serta mitra kerja Bapenda diminta tidak merespons segala bentuk permintaan data, instruksi keuangan, maupun permintaan transfer dana yang berasal dari nomor tersebut.
Pemerintah Kota Bengkulu juga mengingatkan agar setiap koordinasi terkait urusan keuangan tetap dilakukan melalui jalur resmi kedinasan dan tidak mudah mempercayai pesan yang mengatasnamakan pejabat daerah.
Jika menerima pesan serupa, masyarakat dan pegawai diimbau segera melakukan konfirmasi langsung kepada pejabat yang bersangkutan melalui nomor pribadi yang telah diketahui sebelumnya guna menghindari tindak penipuan siber.





