Alaku

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan peringatan keras kepada pelaku korupsi saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). Di hadapan ribuan peserta, Prabowo menegaskan pemerintah akan membenahi badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus meminta para koruptor menghentikan praktik merugikan keuangan negara.

Seperti diberitakan detikcom, Prabowo menyampaikan konsolidasi lebih dari seribu BUMN telah melahirkan dana kekayaan negara dengan nilai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus menutup ruang praktik korupsi.

Presiden menilai BUMN selama ini menjadi salah satu sektor yang rawan penyimpangan sehingga penataan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia pun mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia.

“Jangan kita selalu pesimis, rendah diri. Rendah hati harus, jangan rendah diri. Dan BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menyampaikan pesan langsung kepada para pelaku korupsi agar menghentikan praktik penyalahgunaan uang negara dan mengembalikan kerugian yang telah ditimbulkan.

“Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi saya bicara dari dulu. Hei para koruptor sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Rakyat tidak bodoh. Hentikan. Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik,” tegasnya.

Prabowo menambahkan, masyarakat membutuhkan hasil nyata dari pengelolaan keuangan negara, mulai dari pendidikan yang lebih baik hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Selain pidato Presiden, peringatan Harkopnas 2026 juga diwarnai kehadiran sejumlah pimpinan lembaga negara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, serta Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Muhammad Herindra tampak menghadiri acara dan berfoto bersama sebelum kegiatan dimulai.

Momen kebersamaan lima pimpinan lembaga tersebut menarik perhatian tamu undangan, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, serta CEO Danantara Rosan Roeslani.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan koperasi merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional. Ia menilai penguatan koperasi bukan berarti melemahkan sektor usaha lainnya, melainkan memperkokoh fondasi ekonomi Indonesia agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap gerakan koperasi. Menurutnya, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo, sektor koperasi menjadi salah satu prioritas dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan