Alaku

Video Dugaan Perundungan Siswi SMP Viral, DP3AP2KB dan Dikbud Seluma Didesak Bertindak

Dugaan kasus perundungan yang melibatkan pelajar SMP di Kabupaten Seluma menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial pada Jumat (12/6/2026) (foto:nando)

Seluma – Dugaan kasus perundungan yang melibatkan pelajar SMP di Kabupaten Seluma menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial pada Jumat (12/6/2026). Pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Seluma didesak segera mengambil langkah penanganan.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Sopian Efendi dan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu terlihat dua siswi yang mengenakan seragam olahraga terlibat perselisihan, yang kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan fisik.

Salah seorang siswi yang bertubuh lebih besar tampak melakukan tindakan fisik terhadap siswi lain yang memiliki postur lebih kecil. Korban terlihat tidak memberikan perlawanan selama insiden berlangsung, sementara tidak tampak adanya upaya dari pihak lain untuk melerai kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, peristiwa itu diduga melibatkan siswi SMP Negeri 45 Seluma dan terjadi di area kebun kelapa sawit di Desa Air Teras, Kecamatan Talo. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas pelajar yang terekam maupun waktu pasti kejadian tersebut.

Viralnya video tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Asisten Pribadi Bupati Seluma, Pugantara. Ia menilai dugaan perundungan yang melibatkan anak di bawah umur harus segera ditangani secara serius oleh instansi terkait.

Menurutnya, DP3AP2KB Seluma perlu segera melakukan pendampingan terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik korban maupun pelaku, guna memastikan kondisi psikologis mereka tetap terjaga.

“DP3AP2KB segera turun untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap korban maupun pelaku,” kata Pugantara.

Selain itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma segera melakukan penelusuran guna memastikan fakta yang sebenarnya. Langkah tersebut dinilai penting karena kasus yang beredar diduga melibatkan peserta didik dalam lingkungan pendidikan.

“Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma agar segera bertindak, melakukan pengecekan ke lapangan, dan memanggil kepala sekolah SMPN 45 Seluma. Berikan teguran keras agar kejadian seperti ini tidak terulang di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Seluma,” tegasnya.

Peredaran video tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan warganet yang menyayangkan dugaan aksi perundungan antarpelajar. Banyak pihak berharap sekolah serta instansi terkait segera melakukan klarifikasi dan penanganan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi dampak yang lebih luas.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMP Negeri 45 Seluma maupun instansi terkait mengenai kronologi kejadian dan langkah penanganan terhadap kasus yang viral di media sosial tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan