Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk ikut mengawasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dana investasi Indonesia yang akan segera diluncurkan. Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Muhammadiyah dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyambut baik gagasan pelibatan ormas keagamaan sebagai pengawas Danantara. Menurutnya, langkah ini penting agar Indonesia bisa menjadi negara maju tanpa meninggalkan identitasnya.
“Dilibatkannya ormas keagamaan sebagai pengawas Danantara patut kita sambut gembira karena kita ingin negara kita menjadi negara yang maju, tapi majunya tidak seperti Eropa dan Amerika serta China,” kata Anwar Abbas, Selasa (18/2/2025).
Ia menekankan bahwa kehadiran ormas dalam pengawasan Danantara dapat membantu menjaga nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dalam pengelolaan ekonomi, sehingga menghindari pengaruh kuat liberalisme dan kapitalisme.
Sementara itu, Ketua Umum PGI, Jacky Manuputty, juga menyambut baik ajakan Prabowo. Ia menilai pelibatan ormas keagamaan merupakan langkah untuk memperkuat kontrol publik terhadap pengelolaan dana investasi negara.
“Pernyataan Presiden untuk melibatkan lembaga agama dalam fungsi pengawasan kami mengerti sebagai ajakan untuk memperkuat kontrol publik terhadap pengelolaan dana kekayaan negara yang sangat besar ini,” ujar Jacky.
Pengawasan Transparan dan Akuntabel
Baik Muhammadiyah maupun PGI menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Danantara, mengingat nilainya yang mencapai 980 miliar dolar.
Anwar Abbas berharap kehadiran ormas keagamaan dapat mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Kita berharap ke depan jangan sampai badan-badan usaha milik negara menyimpang dari falsafah dan cita-cita bangsa,” tegasnya.
Senada dengan itu, PGI mengajak elemen masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam pengawasan agar Danantara dapat dikelola secara tepat sasaran bagi pembangunan bangsa.
“Kami mengapresiasi pernyataan Presiden itu dan mengajak elemen-elemen masyarakat lainnya untuk turut mengawasi, sehingga pengelolaannya betul-betul transparan,” kata Jacky Manuputty.
Danantara Diluncurkan 24 Februari 2025
Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan bahwa Danantara akan resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025. Ia menegaskan bahwa dana investasi ini harus dijaga dengan baik demi masa depan generasi mendatang.
“Tanggal 24 Februari yang akan datang, 9 hari dari sekarang, kita akan luncurkan dana investasi Indonesia, saya beri nama Danantara. Ini harus kita jaga bersama,” ujar Prabowo dalam HUT Gerindra ke-17, Sabtu (15/2).
Selain ormas keagamaan, Prabowo juga mengajak Presiden dan Wakil Presiden terdahulu untuk ikut mengawasi pengelolaan Danantara guna memastikan dana rakyat ini tidak disalahgunakan.
“Saya minta semua presiden sebelum saya ikut menjadi pengawas di Danantara. Saya juga berpikir jika perlu, pimpinan NU, Muhammadiyah, KWI, dan lainnya ikut juga mengawasi,” tambahnya.





