Nelayan Bengkulu Akan Aksi di DKP, Tuntut Kepastian Kuota BBM dan Barcode Bersubsidi

Bengkulu – Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB) berencana menggelar aksi damai di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Kamis (23/7). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah memberikan kepastian mengenai distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan, termasuk penyelesaian persoalan barcode BBM bersubsidi yang disebut banyak terblokir.
Koordinator ANTB, Rahmansyah, mengatakan aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan itu diperkirakan diikuti ratusan nelayan dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Seluma.
Menurut Rahmansyah, salah satu tuntutan utama yang akan disampaikan kepada DKP Provinsi Bengkulu adalah kejelasan mengenai alokasi atau kuota BBM bagi nelayan, sekaligus mekanisme penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.
Ia menjelaskan, banyak nelayan saat ini tidak dapat membeli BBM bersubsidi karena barcode yang menjadi syarat pembelian dalam kondisi terblokir. Akibatnya, aktivitas melaut sejumlah nelayan ikut terhenti.
“Para nelayan berharap ada kepastian terkait distribusi BBM dan solusi atas barcode yang terblokir agar mereka dapat kembali melaut,” ujar Rahmansyah.
Menurutnya, persoalan tersebut telah berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat pesisir. Bahkan, sebagian nelayan mengaku tidak dapat melaut selama sekitar satu bulan terakhir akibat kesulitan memperoleh pasokan BBM.
Kondisi itu tidak hanya menurunkan hasil tangkapan ikan, tetapi juga memengaruhi pendapatan keluarga nelayan yang menggantungkan kebutuhan hidup dari aktivitas penangkapan ikan di laut.
Di sisi lain, para nelayan mengaku enggan membeli BBM melalui mekanisme di luar ketentuan, termasuk di SPBU umum tanpa prosedur resmi, karena khawatir menimbulkan konsekuensi hukum.
Melalui aksi damai tersebut, ANTB berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya DKP Provinsi Bengkulu, segera memberikan penjelasan mengenai kebijakan distribusi BBM bagi nelayan serta menghadirkan solusi atas persoalan barcode yang terblokir. Nelayan berharap kepastian itu dapat memulihkan distribusi BBM sehingga aktivitas melaut kembali normal dan perekonomian masyarakat pesisir kembali bergerak.






