MPR RI Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang dengan Juri Independen
Foto: Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Kalimantan Barat. (YouTube MPRGOID)

MPR RI Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang dengan Juri Independen

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

JakartaMPR RI memutuskan menggelar ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah muncul kontroversi penilaian juri terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak. Keputusan itu diumumkan langsung Ketua MPR RI Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Muzani mengatakan pimpinan MPR telah mengevaluasi jalannya perlombaan usai menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait dugaan ketidakadilan dalam penilaian final lomba tersebut.

“Pimpinan setelah mendengarkan itu mengambil keputusan beberapa hal,” kata Muzani dalam konferensi pers.

Salah satu keputusan utama yang diambil yakni mengulang pelaksanaan final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat dalam waktu dekat. Menurutnya, jadwal pelaksanaan ulang akan segera diumumkan oleh pihak MPR.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, MPR juga memastikan proses penjurian pada pelaksanaan ulang nanti akan melibatkan juri independen. Langkah tersebut diambil untuk menjawab kritik publik terhadap proses penilaian sebelumnya yang dinilai bermasalah.

“Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen,” kata Muzani menegaskan.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut pimpinan MPR akan turun langsung mengawasi jalannya final ulang agar proses perlombaan berjalan lebih objektif dan transparan.

Kontroversi LCC Empat Pilar Kalbar sebelumnya memicu sorotan publik setelah muncul protes dari peserta dan masyarakat terkait keputusan juri. Seperti diberitakan Detikcom, insiden itu turut menyeret perhatian terhadap peran juri internal MPR hingga pembawa acara dalam pelaksanaan lomba.

Muzani menyatakan pihaknya menghargai sikap peserta yang menyampaikan keberatan secara terbuka. Menurut dia, kritik dan protes yang disampaikan menjadi bagian penting dalam pendidikan demokrasi.

“Kami mengapresiasi peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan dan protes atas ketidakpuasannya. Kami mendengar itu sebagai cara melatih demokrasi yang baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, MPR akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan kelembagaan, termasuk pelaksanaan lomba yang melibatkan pelajar di daerah. Masukan masyarakat, kata dia, akan menjadi perhatian utama dalam penyempurnaan agenda-agenda MPR ke depan.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *