Bengkulu – Program pembagian 130 unit ambulans gratis oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian resmi direalisasikan. Armada kesehatan tersebut dibagikan ke desa-desa di wilayah kabupaten dengan tujuan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang jauh dari puskesmas maupun rumah sakit.
Namun, Kota Bengkulu tidak termasuk penerima bantuan ambulans. Menanggapi hal tersebut, Kuswantoro, warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati, mengungkapkan pandangannya.
“Tingkatkan saja pelayanan rumah sakit, karena di Kota Bengkulu akses berobat sudah memadai. Yang terpenting itu pelayanannya, supaya bisa dirasakan semua lapisan masyarakat,” kata Kuswantoro, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, kebutuhan utama masyarakat Kota Bengkulu saat ini bukan lagi ambulans, melainkan sarana pengelolaan sampah. Karena itu, bantuan berupa truk kontainer sampah dianggap lebih tepat.
“Hampir semua masyarakat Kota Bengkulu sudah punya kendaraan, baik mobil maupun motor. Jadi mobilisasi pasien relatif cepat. Pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan persoalan sampah, salah satunya dengan bantuan kontainer,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa distribusi ambulans difokuskan ke desa-desa yang paling membutuhkan. Kota Bengkulu dinilai sudah memiliki cukup banyak ambulans, terutama sejak program serupa digulirkan ketika Helmi menjabat Wali Kota Bengkulu.
“Memang belum semua desa mendapat bantuan pada tahap awal ini. Baru 130 unit yang dibagikan, dan itu diprioritaskan ke desa-desa yang paling membutuhkan. Seluruh desa, Insya Allah, nanti akan dapat,” jelas Helmi.





