Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Gus Halim: Perencanaan Pembangunan Desa Sudah Berjalan

×

Gus Halim: Perencanaan Pembangunan Desa Sudah Berjalan

Sebarkan artikel ini
Us Halim: Perencanaan Pembangunan Desa Sudah Berjalan
Us Halim: Perencanaan Pembangunan Desa Sudah Berjalan - foto dok jurnascom

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan di desa-desa seluruh Indonesia telah sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan. Terbuktinya hal ini, salah satunya dari pemanfaatan dana desa 2023 yang lebih mengutamakan untuk pertumbuhan ekonomi dan kualitas SDM di desa.

“Pada tahun 2023 ini dana desa yang dipakai untuk pertumbuhan ekonomi 45,7%, untuk SDM 37,1%. Artinya ini menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan di desa-desa sudah on – track dan itu karena pendamping desa karena memang dana desa bisa dipakai apa saja kecuali yang dilarang,” tegas menteri yang akrab disapa Gus Halim ini pada rapat Sinergitas dan konsolidasi TPP dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di kota Banda Aceh,(6/8/2023) Minggu.

Besarnya total presentase dana desa 2023 Gus Halim Menambahkan untuk dua aspek tersebut menjadi bahan bukti bahwa telah sesuai masalah, potensi, dan data yang ada. Dana desa boleh dimanfaatkan untuk apa saja asalkan berkaitan dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas SDM.

Tentang keberhasilan ini Sesuai Prediksi Gus Halim terlepasnya dari hasil kerja keras (TPP) Tenaga Pendamping Profesional. Ia pun sangat berharap bisa memanfaatan baik adanya keberadaan tenaga ahli hingga Pendamping Lokal Desa (PLD) hingga dapat dipublikasikan untuk masyarakat bisa mengetahuinya.

 

“Jika pendamping ini tidak bisa kerja, pemanfaatan dana desa tidak sesuai aturan, dan pendamping pun tidak bisa kerja maka saya tidak bisa melihat perkembangan pembangunan di desa sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan masalah,” kata Gus Halim.

 

Dan Gus Halim pun menambahkan ketika semua nanti desa telah berhasil mencapai tujuan mandirinya mereka, maka pendampingan yang harus dilakukan juga semakin berat. Sebab fokusnya tidak lagi pada infrastruktur, justru beralih pada Pemberdayaan agar SDM semakin maju seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

 

“Desa semakin mandiri semakin butuh pendamping. Mangkanya obsesi saya butuh 1 desa 1 pendamping. Karena tugasnya semakin bertambah berat. Kata Gus Halim.
Dalam acara tersebut akan digelar penyerahan bantuan dan jaminan hari tua ( JHT) dari BPJS kepada dua keluarga pendamping des yang gugur saat menjelaskan tugas. Keduanya adalah untuk ahli waris Edi Shandra PLD Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp43.662.440, ahli waris Fadhliana PD Kabupaten Nagan Raya Sebanyak Rp43.695.392. Dilangsir Kemendes

 

Selain itu terkumpul juga dana solidaritas TPL Aceh untuk ahli waris Fadhliana sebesar Rp19.816.000 sebagai bentuk solidaritas.
Hadir dalam mendampingi Gus Halim dalam rangka yang diikuti 869 TPP tersebut yakni Kepala pusat PPMDDTT M Yusra. Dan selain itu juga hadir anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud dan Irmawan, serta Kepala Kantor BPJS cabang dari Banda Aceh Syarifah Wan Fatimah.

Penggunaan dana desa yang tepat sangat penting untuk memastikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Beberapa cara yang umum dilakukan untuk memastikan penggunaan dana desa yang tepat adalah:

Perencanaan yang Matang: Membuat rencana yang terperinci tentang bagaimana dana desa akan digunakan untuk berbagai proyek dan program yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

Transparansi dan Akuntabilitas: Melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan penggunaan dana desa. Masyarakat perlu tahu bagaimana dana tersebut digunakan dan hasilnya.

Prioritaskan Kebutuhan Utama: Fokus pada proyek dan program yang mendukung kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pengembangan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *