Distribusi Air PDAM Bengkulu Sempat Macet, Perbaikan Selesai Lebih Cepat dari Target
foto ilustrasi keran mati (foto: dok detikcom)

Distribusi Air PDAM Bengkulu Sempat Macet, Perbaikan Selesai Lebih Cepat dari Target

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Beberapa hari belakangan ini distribusi air PDAM di Kota Bengkulu ke pelanggan sempat terganggu alias macet. Kepala Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hariansyah membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan kemacetan dikarenakan bak olahan Lapen Kencana 2 di IPA Surabaya bocor, namun sekarang sudah selesai diperbaiki dan saat ini proses normalisasi. Distribusi air di beberapa pelanggan sudah mengalir kembali seperti biasa.

“Sebelumnya Bak Lapen Kencana 2 ini terjadi kebocoran parah dan mengganggu pelayanan distribusi air ke masyarakat. Perbaikan ini lebih cepat dibandingkan target sebelumnya yang diumumkan hingga 28 Juni 2025. Alhamdulillah, sudah selesai, malam tadi, kita uji coba, kemudian siang pukul 12.00WIB kita salurkan ke pipa distribusi ke rumah masyarakat,” jelas Hariansyah.

Masih kata Hariansyah, pihaknya melakukan berbagai upaya percepatan hingga lembur, mengingat air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Berkaitan dengan masalah pelayanan tentu kami lakukan upaya terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, Septi warga Jalan Merpati V Kelurahan Rawa Makmur menyampaikan distribusi air ke wilayahnya sudah normal kembali.

“Beberapa hari kemarin memang sempat mati total. Menetes pun tidak. Hampir seminggulah om. Alhamdulillah kemarin sudah hidup lagi,” tutur Septi.

Sementara itu Direktur Utama Perumda Tirta Hidayah Samsu Bahari mengatakan, perbaikan sudah selesai dan saat ini lagi normalisasi. “Alhamdulillah selesai sebelum target, saat ini lagi ujicoba dan normalisasi,” kata Samsu.

Ditambahkan Samsu, dalam proses distribusi ini masih membutuhkan waktu untuk normalisasi, para petugas juga turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada kebocoran lagi di pipa penyalur.

“Istilahnya itu buang angin, jadi selama proses distribusi ini, kita juga harus perhatikan setiap jalur apakah ada kebocoran baru atau tidak. Kalau air tersebut kotor maka itu wajar karena untuk awal-awal saja, selanjutnya akan bersih lagi,” demikian Samsu.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *