Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bengkulu, Destita Khairilisani, mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang dinilai masih menjadi ancaman serius, terutama di kalangan generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Destita saat menghadiri Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui pengawasan, tetapi juga harus dibarengi edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Penyalahgunaan obat-obatan tertentu merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara komprehensif. Edukasi dan pengawasan harus berjalan beriringan,” ujar Destita.
Ia menilai lingkungan kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran, terutama bagi pelajar dan mahasiswa, agar memahami risiko penggunaan obat tanpa pengawasan medis.
Destita juga mengapresiasi langkah BPOM Bengkulu yang terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif.
Sementara itu, Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Kodon Tarigan, mengungkapkan masih adanya peredaran obat-obatan tertentu secara ilegal di masyarakat yang berpotensi disalahgunakan.
Karena itu, pihaknya menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan.
“Obat-obat tertentu yang beredar tanpa izin resmi akan kami tindak. Ini penting untuk melindungi masyarakat,” kata Kodon.
Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi interaktif mengenai ciri-ciri obat legal, bahaya penggunaan obat tanpa resep, hingga pentingnya membeli obat melalui jalur resmi.
BPOM juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan dugaan peredaran obat ilegal di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan berbagai elemen masyarakat itu berlangsung dengan partisipasi tinggi, terutama dalam sesi diskusi.
Melalui aksi nasional ini, diharapkan terbentuk komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan obat serta memperkuat peran semua pihak dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat.





