Rejang Lebong – Desa Air Dingin, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, resmi memantapkan arah pembangunan desa dengan fokus pada sektor pertanian, khususnya budidaya jagung, sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan 2025 yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dan dikemas lebih lanjut oleh Gubernur Bengkulu.
Kepala Desa Air Dingin, Edi Suntana, saat ditemui di kediamannya, Jumat (29/8/25), menegaskan bahwa pemilihan jagung sebagai komoditas unggulan didasarkan pada potensi desa dan kepastian harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jagung sesuai dengan potensi yang ada di Desa Air Dingin. Karena harganya sudah ditentukan pemerintah, petani bisa memprediksi berapa hasil yang akan diterima dari setiap kali menanam,” ujar Edi.
Ia menambahkan, untuk pengelolaan alokasi 20 persen Dana Desa yang wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan, mekanismenya dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pemerintah Desa hanya menyertakan modal, sementara teknis operasional sepenuhnya ditangani BUMDes dengan melibatkan kelompok-kelompok tani setempat.
“BUMDes di sini bekerja sama dengan kelompok tani. Jadi desa hanya memberikan penyertaan modal, pengurus BUMDes lah yang mengatur teknis di lapangan,” jelasnya.
Dengan langkah ini, Edi berharap Desa Air Dingin dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus memberi kepastian penghasilan bagi para petani melalui harga komoditas yang stabil.





