Bengkulu – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bengkulu Tahun 2025 resmi digelar di Grage Horizon, Jumat (29/8/25). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa kendali inflasi yang berhasil dipertahankan selama ini merupakan hasil kolaborasi intens antara TPID provinsi serta TPID kabupaten/kota. Ia memaparkan penerapan strategi 4K, Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, sebagai fondasi utama memerangi tekanan harga.
“Kunci utamanya dalam menghadapi (inflasi, red) adalah memperkuat kolaborasi dan sinergi. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bengkulu untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama,” ujar Mian dalam sambutannya.
Selain itu, Mian mendorong agar TPID dan TP2DD Bengkulu aktif membangun jejaring dengan daerah lain sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan harga sekaligus mempercepat digitalisasi layanan ekonomi.
Inflasi Bengkulu, Angka Terkini

- **Inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Bengkulu pada Juli 2025 tercatat sebesar 1,01 %, masih berada dalam target nasional (2,5 ± 1 %) .
- IHK (Indeks Harga Konsumen) naik menjadi 107,04 pada Juli 2025, dari 105,97 setahun sebelumnya . Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat 0,40 %, dengan akumulasi dari awal tahun (year-to-date) mencapai 1,02 % .
- Andil terbesar terhadap inflasi tahunan datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,72 %, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,30 % .
- Meskipun angkanya kecil, sektor pendidikan menunjukkan deflasi signifikan, turunnya biaya pendidikan menengah mendorong pertahanan inflasi dengan pengaruh negatif sebesar 0,47 % .





