Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menggelar Walimatul Safar atau syukuran menjelang keberangkatan ibadah haji bersama sang istri di kediaman pribadinya, Sabtu (11/4/2026). Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keberangkatannya ke Tanah Suci merupakan hasil penantian panjang, bukan karena status jabatan.
Dalam suasana khidmat, sejumlah pejabat dan tokoh penting tampak hadir, di antaranya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Sekdaprov Hewan Antoni, serta unsur Forkopimda Kota Bengkulu.
Turut hadir pula Kapolresta, Kajari, Danlanal, perwakilan Dandim 0407/Bengkulu, Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, hingga para ulama dan pimpinan media di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Dedy mengungkapkan dirinya bersama istri dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada 26 April 2026. Ia menyebut mayoritas jamaah yang berangkat tahun ini berasal dari Kota Bengkulu.
“Insya Allah kami akan berangkat ke Tanah Suci tanggal 26. Tahun ini jamaah haji yang berangkat, 97 persen di antaranya warga Kota Bengkulu,” ujar Dedy.
Ia juga menanggapi anggapan yang mengaitkan keberangkatannya dengan jabatan sebagai wali kota. Menurutnya, proses tersebut telah dimulai sejak lama.
“Ada yang bertanya, pak wali berangkat karena walikota? Saya jawab bukan. Kami sudah daftar sejak tahun 2011. Alhamdulillah, tahun ini kami bisa berangkat dan sekaligus memimpin jamaah haji,” katanya.
Lebih lanjut, Dedy menyebut jumlah calon jamaah haji secara keseluruhan mencapai 1.233.000 orang. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah.
“Seluruh jamaah haji Insya Allah akan kami berikan seragam haji, sedangkan Gubernur membantu biaya pesawat. Mohon doa bapak ibu semua, semoga kami menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menilai Walimatul Safar sebagai momen yang sarat makna spiritual sebelum keberangkatan haji.
“Acara ini sakral dan penting. Haji ini adalah ibadah dan undangan Allah, bukan karena punya uang atau jabatan,” kata Helmi.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua yang mampu secara materi mendapat kesempatan berangkat, sehingga perjalanan haji harus dimaknai sebagai panggilan ibadah.
“Maka ketika kita diundang Allah, niatkan ini sebagai perjalanan ibadah. Semoga pak walikota dan ibu diberikan kesehatan, kekuatan, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.





