Debi Sanca Dorong Anggaran Rp40 Miliar Masuk Lebong, Irigasi Air Buah Segera Direhab
Anggota DPRD Kabupaten Lebong Dapil III, Debi Sanca Irama (dok:probadi)

Debi Sanca Dorong Anggaran Rp40 Miliar Masuk Lebong, Irigasi Air Buah Segera Direhab

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Lebong – Anggota DPRD Kabupaten Lebong Dapil III, Debi Sanca Irama, mendorong percepatan realisasi anggaran sebesar Rp40 miliar dari pemerintah pusat untuk pembangunan kembali Irigasi Air Buah di Kecamatan Topos yang telah lama tidak berfungsi.

Kabar alokasi anggaran tersebut, menurut Debi, menjadi titik terang setelah bertahun-tahun masyarakat menanti perbaikan saluran irigasi yang menjadi penopang utama aktivitas pertanian di wilayah itu.

“Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik. Kabupaten Lebong akan menerima kucuran anggaran dari Kementerian PU sekitar Rp40 miliar,” ujar Debi saat menyampaikan hasil komunikasi terbaru terkait program tersebut.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi Irigasi Air Buah yang selama ini terbengkalai akibat tertutup longsor. Proyek ini akan segera dikerjakan setelah dana ditransfer ke kas daerah.

“Insyaallah, kalau anggaran sudah masuk ke kas daerah, pembangunan rehab irigasi itu segera dilaksanakan,” katanya.

Meski belum memastikan waktu pasti dimulainya pekerjaan, Debi menyebut target pelaksanaan diupayakan bisa berjalan pada tahun ini.

“Insyaallah, ya tahun ini,” ujarnya singkat.

Debi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penganggaran hingga realisasi di lapangan, mengingat pentingnya fungsi irigasi tersebut bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi agar anggaran dari pemerintah pusat benar-benar tersalurkan dan dimanfaatkan sesuai peruntukan.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen memprioritaskan pembangunan Irigasi Air Buah. Mari kita kawal bersama agar anggaran ini segera masuk ke Lebong,” tegasnya.

Diketahui, Irigasi Air Buah telah tidak berfungsi selama hampir 15 tahun akibat longsor. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor pertanian, karena saluran tersebut menjadi urat nadi pengairan bagi lahan warga di Kecamatan Topos.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang secara aktif melaporkan perkembangan daerah, peristiwa lokal, dan isu-isu masyarakat dengan penekanan pada akurasi serta kejelasan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *