Bengkulu Utara Dorong Hutan Jadi Lumbung Pangan Lewat Workshop Pengembangan Wilayah Terpadu
Workshop Pengembangan Wilayah Terpadu di Ruang Command Center, Kamis (25/9/25)(foto: Tommy Agung Raharjo/repoeblik.com)

Bengkulu Utara Dorong Hutan Jadi Lumbung Pangan Lewat Workshop Pengembangan Wilayah Terpadu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Utara – Upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis perhutanan sosial kini memasuki babak baru. Bupati Bengkulu Utara resmi membuka Workshop Pengembangan Wilayah Terpadu di Ruang Command Center, Kamis (25/9/25), sebagai langkah konkret sinergi pemerintah daerah, Perhutani, Warsi, Dinas Kehutanan, dan masyarakat untuk pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkulu Utara menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk menyatukan visi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, serta partisipasi masyarakat. Tujuannya adalah pemerataan pembangunan sekaligus peningkatan kesejahteraan warga.

“Kegiatan ini merupakan forum diskusi dan sosialisasi agar pengembangan wilayah terpadu dapat mengintegrasikan berbagai aspek pembangunan untuk mencapai pemerataan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memanfaatkannya secara bijak untuk kesejahteraan warga. “Mari bersama-sama menjaga hubungan baik antara manusia dan alam demi kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kasubdit Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Nur Faizin, S.Hut, menyebutkan bahwa hutan produksi memiliki potensi besar untuk dikelola melalui perhutanan sosial.

“Di hutan produksi ada HHK, HHBK, jasa lingkungan, wisata alam, pemanfaatan air, hingga tenaga listrik. Semua ini dapat dikembangkan untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kemandirian desa, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem. Kita akan dorong dengan produk perhutanan sosial dan percepat lewat Integrated Area Development,” jelas Nur.

Workshop ini dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, Sekretaris Daerah, BPDAS Ketahun Bengkulu, BKSDA Provinsi Bengkulu, Perhutanan Sosial Palembang, OPD Pemkab Bengkulu Utara, camat, perwakilan media, perusahaan, serta kelompok perhutanan sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kawasan hutan di Bengkulu Utara tak hanya menjadi penjaga ekosistem, tetapi juga mampu menjadi lumbung pangan berkelanjutan bagi masyarakat.

Gambar Gravatar
Wartawan berita lokal yang rutin meliput dinamika daerah, isu publik, dan peristiwa harian dengan gaya penulisan yang ringkas, jelas, dan berbasis fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *