Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menggenjot percepatan pengembangan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai dengan menghimpun puluhan pelaku usaha dan meminta komitmen nyata agar kawasan strategis tersebut segera terisi serta berfungsi sebagai pusat pergerakan barang dan jasa.
Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemprov Bengkulu dan PT Pelindo (Persero) Regional II Bengkulu yang digelar di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (31/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen Pelindo.
Dalam rapat itu, Mian didampingi Asisten II Setda Provinsi Bengkulu R.A. Denni, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta General Manager PT Pelindo (Persero) Regional II Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi. Fokus utama pembahasan mengarah pada upaya mengoptimalkan kawasan industri baru di lingkungan Pelabuhan Pulau Baai.
Mian menegaskan, kawasan industri Pulau Baai tidak boleh dibiarkan kosong. Karena itu, pemerintah daerah mengumpulkan para pelaku usaha untuk memastikan adanya komitmen serius, bahkan disebut siap dituangkan di atas materai, agar lahan yang telah disiapkan benar-benar dimanfaatkan.
“Yang paling penting, kawasan industri Pulau Baai tidak boleh kosong. Karena itu, pelaku usaha kita kumpulkan untuk berkomitmen bahkan di atas materai agar kawasan ini benar-benar terisi dan dimanfaatkan. Kawasan ini harus menjadi gerbang keluar-masuk barang dan jasa, baik dari sektor pertambangan, perkebunan, maupun perikanan,” kata Mian.
Menurut dia, Pemprov Bengkulu mendorong para pelaku usaha agar memanfaatkan ruang yang tersedia di kawasan tersebut untuk mengembangkan berbagai komoditas unggulan daerah. Sektor yang disasar mencakup pertambangan, perkebunan, perikanan, hingga pertanian sebagai penopang utama aktivitas industri di Pulau Baai.
Ia menambahkan, penguatan kawasan industri Pelabuhan Pulau Baai merupakan bagian dari mandat gubernur. Pemerintah provinsi, kata Mian, akan terus memberi dukungan terhadap pengelolaan kawasan tersebut, termasuk memperkuat sinergi dengan PT Pelindo Regional II Bengkulu.
“Ini merupakan mandat dari Gubernur agar kami memberikan penguatan terhadap pengelolaan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai, termasuk dukungan kepada PT Pelindo Regional II Bengkulu,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Pelindo (Persero) Regional II Bengkulu menyatakan infrastruktur dasar untuk pengembangan kawasan industri sebenarnya sudah lama dipersiapkan. General Manager PT Pelindo Regional II Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi menyebut lahan seluas 215 hektare telah disiapkan sejak 2016.
“Sejak 2016 kami telah menyiapkan lahan seluas 215 hektare untuk kawasan industri, dan saat ini sebagian sudah mulai terisi oleh pelaku usaha,” kata Dimas.
Dengan langkah menghimpun pelaku usaha sejak dini, Pemprov Bengkulu berharap Pelabuhan Pulau Baai tidak hanya berfungsi sebagai simpul logistik, tetapi juga tumbuh menjadi kawasan industri baru yang mampu menggerakkan arus komoditas unggulan daerah. Jika optimal, Pulau Baai diproyeksikan menjadi salah satu pintu utama keluar-masuk barang dan jasa yang menopang pertumbuhan ekonomi Bengkulu.





