Alaku

Babinsa Sudarmono Kawal Musdes Kembang Ayun, Pembangunan Gedung Kesenian Jadi Fokus 2026

Pemerintah Desa Kembang Ayun, Kecamatan Pondok Kelapa, menetapkan kelanjutan pembangunan gedung kesenian sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan Pembangunan Tahun 2026 yang digelar Jumat (10/4/2026).(foto:andre)

Bengkulu TengahPemerintah Desa Kembang Ayun, Kecamatan Pondok Kelapa, menetapkan kelanjutan pembangunan gedung kesenian sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan Pembangunan Tahun 2026 yang digelar Jumat (10/4/2026).

Sekretaris Desa Kembang Ayun, Danuri, yang mewakili kepala desa, menegaskan arah kebijakan pembangunan tahun depan difokuskan pada penyelesaian fasilitas tersebut. Proyek itu akan dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (DD) 2026.

“Jika tidak ada kendala, tahun ini gedung kesenian desa sudah bisa digunakan. Kami membutuhkan fasilitas permanen untuk menampung kreativitas warga,” kata Danuri dalam forum musyawarah.

Selain pembangunan fisik, Pemdes juga mengalokasikan Dana Desa untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga kurang mampu.

Danuri menekankan pentingnya pengawasan bersama selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta dukungan dari berbagai unsur, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pendamping desa, agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan.

“Kami mohon semua pihak ikut mengawasi agar tidak terjadi kesalahan, baik dalam pembangunan maupun administrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Kembang Ayun, Serka Sudarmono, mengapresiasi langkah pemerintah desa yang menjadikan gedung kesenian sebagai prioritas pembangunan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga sarana memperkuat persatuan masyarakat melalui kegiatan seni.

“Gedung ini penting untuk melestarikan kesenian daerah, khususnya di Kembang Ayun,” kata Sudarmono.

Ia menegaskan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Meski demikian, Sudarmono mengingatkan agar seluruh proses pembangunan tetap mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dan menjaga kekompakan selama proses pembangunan berlangsung agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan