Wali Kota Bengkulu Dorong Budidaya Magot di Tiap Kecamatan, Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Bengkulu — Pemerintah Kota Bengkulu mulai mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan budidaya magot di tingkat kecamatan.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meninjau langsung budidaya magot milik Yudi, warga Jalan Semangka, RT 19, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Rabu (30/9/2026).
Dari lokasi tersebut, Dedy melihat praktik pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai bagian dari budidaya magot yang berpotensi dikembangkan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Dedy, pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi persoalan sampah di Kota Bengkulu. Sampah dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya, seperti sampah kering, basah, dan plastik.
Sampah organik yang masih bisa dimanfaatkan kemudian dapat digunakan sebagai media budidaya magot. Magot yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
“Program Pemkot untuk mengurangi sampah harus ada solusinya. Masing-masing warga bisa memilah sampah rumah tangga, mulai dari sampah kering, basah dan plastik. Sampah yang bisa dimanfaatkan dapat digunakan untuk ternak magot, kemudian magot bisa menjadi pakan ternak,” ujar Dedy.
Pemkot Bengkulu berencana memperluas gerakan tersebut pada 2027. Program pengelolaan sampah berbasis budidaya magot nantinya diarahkan hingga tingkat kelurahan agar masyarakat memiliki alternatif dalam mengolah sampah organik sekaligus memanfaatkannya secara produktif.
Dedy juga meminta setiap camat mulai menyiapkan lokasi percontohan budidaya magot di wilayah masing-masing. Target awalnya, minimal terdapat satu lokasi percontohan di setiap kecamatan di Kota Bengkulu.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa sampah rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekonomi.
Dalam kunjungan itu, Dedy turut mengapresiasi Yudi yang telah mengembangkan budidaya magot secara mandiri sekaligus ikut mendukung upaya Pemkot Bengkulu dalam mengatasi persoalan sampah.
Dedy didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anshar Amin, Kepala Dinas Perhubungan Toni Hastri Putra, SPPG Kota Bengkulu, Kapolsek Kampung Melayu, Ketua LPM Kota Bengkulu, serta para camat dan lurah se-Kota Bengkulu.
Pada kesempatan tersebut, Dedy menyerahkan bibit magot dan bibit itik/bebek EM4 kepada seluruh camat dan Ketua LPM Kota Bengkulu sebagai bagian dari upaya mendorong terbentuknya lokasi percontohan.
Sementara itu, SPPG Kota Bengkulu turut menyerahkan bantuan berupa sampah basah beserta tong sampah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya magot.
Dengan pola tersebut, Pemkot Bengkulu mengarahkan pengelolaan sampah dari sekadar persoalan kebersihan menjadi kegiatan yang dapat dilakukan dari rumah, dikembangkan di lingkungan kelurahan, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.







