“Bisa dilihat dari kop surat dan tanda tangan saya, itu bukan milik BKPSDM. Saya tegaskan sekali lagi, surat tersebut palsu,” tegasnya.
BKPSDM Kota Bengkulu memastikan tidak pernah mengeluarkan surat maupun pesan terkait mutasi ASN melalui media pribadi seperti WhatsApp. Seluruh proses mutasi dilakukan secara resmi melalui surat menyurat antarinstansi dan diumumkan lewat kanal resmi pemerintah.
Achrawi mengimbau seluruh ASN di Kota Bengkulu agar tidak mudah percaya pada pesan mencurigakan yang tidak dikirim melalui jalur resmi. Ia juga meminta agar tidak memberikan informasi pribadi atau data kepegawaian kepada pihak yang tidak dikenal.
“Segala bentuk komunikasi mencurigakan segera laporkan ke BKPSDM atau pimpinan instansi masing-masing agar bisa segera ditindaklanjuti,” tutupnya.














