Bengkulu – Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu melalui Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2025 melaksanakan kegiatan pemberdayaan di Desa IV Suku Menanti, Kabupaten Rejang Lebong. Program yang diketuai Dr. Kresnawati, M.Ak. ini menghadirkan serangkaian agenda mulai dari Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, hingga pemberian bantuan peralatan usaha.
FGD digelar sebagai langkah awal untuk menggali potensi desa. Selanjutnya, tim melaksanakan pelatihan pembuatan dan fermentasi pakan ternak serta pengelolaan kotoran hewan (KOHE) yang difokuskan untuk mendukung unit usaha peternakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Air Lang Jaya. Selain itu, para pelaku UMKM desa juga mendapat pelatihan digital marketing untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pemasaran produk lokal.
“Program ini tidak hanya melatih masyarakat dalam pengelolaan pakan dan kohe, tetapi juga memberi bekal kemampuan digital agar UMKM dan BUMDes lebih berdaya saing,” ujar Dr. Kresnawati, M.Ak., Ketua Tim PKM 2025, Minggu (31/8/25).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Tim Unived juga menyerahkan bantuan peralatan usaha peternakan kepada BUMDes Air Lang Jaya. Kegiatan ditutup dengan peluncuran branding produk pupuk organik KOHE dengan merek Unived Jaya yang diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) 2025. Dr. Krisnawati menegaskan, kegiatan PKM menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong ekonomi desa.
“Harapannya, masyarakat Desa IV Suku Menanti dapat mengelola potensi lokal secara berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.





