Alaku

Jembatan Air Matan Rampung, Akses Pesisir Seluma Kini Terbuka

Jembatan Air Matan Rampung, Akses Pesisir Seluma Kini Terbuka

Seluma – Penantian panjang warga pesisir Kabupaten Seluma akhirnya terjawab setelah Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah selesai dibangun dan mulai difungsikan, membuka jalur vital bagi mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat denyut ekonomi kawasan setempat.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penghubung utama aktivitas warga, terutama dalam memperlancar distribusi hasil ekonomi masyarakat pesisir. Kehadiran jembatan ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan akses yang lebih merata hingga ke wilayah desa.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Air Matan merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendorong pemerataan dan keadilan pembangunan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi berdampak langsung pada kualitas layanan dan kehidupan masyarakat.

“Pembangunan ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi membuka akses, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Helmi Hasan usai peresmian, Jumat (6/2).

Ia juga menekankan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan terus diperjuangkan meski harus melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat disebut menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Gubernur Helmi Hasan mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan yang dibangun dengan anggaran besar tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal.

Apresiasi turut disampaikan Bupati Seluma Teddy Rahman atas perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayahnya. Ia berharap jembatan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat.

Rekonstruksi Jembatan Beton Provinsi Air Matan yang berada di ruas Jalan Pasar Ngalam–Pasar Talo ini dibiayai melalui hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Tahun Anggaran 2024. Jembatan sepanjang sekitar 100 meter tersebut mulai dikerjakan sejak Juli 2025 dengan anggaran Rp16 miliar, menggantikan jembatan lama peninggalan zaman Inggris yang rusak parah akibat abrasi laut. Pada kesempatan yang sama, gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan sarana pendukung bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan