“Kalau kita bisa bangun jalan dan pasang lampu, kenapa tidak kita siapkan juga tempat wisata yang nyaman dan aman? Ini investasi untuk kebanggaan warga Bengkulu,” tegasnya.
Bersih, Aman, dan Ramah Keluarga
Selain pembangunan fisik, Pemkot juga aktif melakukan aksi nyata di lapangan. Bersama Forkopimda, Dedy menyisir dari Pasir Putih hingga Pantai Zakat, membersihkan sampah dan menindak aktivitas ilegal yang merusak suasana kawasan, termasuk warung remang-remang.
“Pantai Panjang harus jadi ruang publik yang nyaman untuk semua kalangan, terutama keluarga. Tidak boleh ada lagi kesan kumuh atau tidak aman,” jelasnya.
Peran Aktif Warga Jadi Kunci
Wali kota juga menekankan bahwa keberhasilan penataan Pantai Panjang tak lepas dari peran serta masyarakat. Ia prihatin melihat banyaknya sampah berserakan, mulai dari pampers hingga pakaian dalam, yang mengganggu keindahan pantai.
“Kita sudah kerahkan semua OPD, TNI, Polri, bahkan Pemprov ikut turun bersih-bersih. Tapi kalau kesadaran warga belum tumbuh, itu sia-sia. Ayo kita rawat bersama,” serunya.
Menuju Pantai Gemerlap, Bukan Kumuh
Gerakan penataan ini disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga menyambut baik rencana ini dan berharap Pantai Panjang bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang tak kalah dari pantai-pantai terkenal lainnya.














