Alaku

Bengkulu – Komitmen Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam mempercantik ikon wisata andalan kota, Pantai Panjang, semakin nyata. Setelah resmi menerima pengelolaan dari Pemerintah Provinsi, Pemkot Bengkulu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar dari APBD untuk penataan kawasan tersebut.

Langkah awal yang akan dilakukan termasuk mengganti tenda-tenda payung milik pedagang yang kini terkesan semrawut. Tenda biru dan hijau di sepanjang jalur joging dan breakwater akan diganti dengan model seragam, demi menciptakan tampilan yang rapi dan estetik.

“Insya Allah kita anggarkan minimal Rp2 miliar. Tenda-tenda dan payung itu kita ganti biar seragam dan rapi. Ini wajah kota, harus kita rawat bersama,” ujar Dedy.

Tak hanya soal estetika, Dedy juga menilai penataan kawasan wisata sama pentingnya dengan pembangunan jalan dan lampu penerangan. Karena itu, pemasangan lampu jalan di sepanjang jalur utama Pantai Panjang juga masuk dalam agenda prioritas dan akan mulai dikerjakan pada 20 April mendatang oleh Dinas Perhubungan.

“Kalau kita bisa bangun jalan dan pasang lampu, kenapa tidak kita siapkan juga tempat wisata yang nyaman dan aman? Ini investasi untuk kebanggaan warga Bengkulu,” tegasnya.

Bersih, Aman, dan Ramah Keluarga

Selain pembangunan fisik, Pemkot juga aktif melakukan aksi nyata di lapangan. Bersama Forkopimda, Dedy menyisir dari Pasir Putih hingga Pantai Zakat, membersihkan sampah dan menindak aktivitas ilegal yang merusak suasana kawasan, termasuk warung remang-remang.

“Pantai Panjang harus jadi ruang publik yang nyaman untuk semua kalangan, terutama keluarga. Tidak boleh ada lagi kesan kumuh atau tidak aman,” jelasnya.

Peran Aktif Warga Jadi Kunci

Wali kota juga menekankan bahwa keberhasilan penataan Pantai Panjang tak lepas dari peran serta masyarakat. Ia prihatin melihat banyaknya sampah berserakan, mulai dari pampers hingga pakaian dalam, yang mengganggu keindahan pantai.

“Kita sudah kerahkan semua OPD, TNI, Polri, bahkan Pemprov ikut turun bersih-bersih. Tapi kalau kesadaran warga belum tumbuh, itu sia-sia. Ayo kita rawat bersama,” serunya.

Gerakan penataan ini disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga menyambut baik rencana ini dan berharap Pantai Panjang bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang tak kalah dari pantai-pantai terkenal lainnya.

“Kalau semua bergerak, dari gelap jadi gemerlap, dari kumuh jadi bersih. Pantai Panjang bisa sejajar dengan destinasi nasional. Ini bukan mimpi, asal kita mau bersama,” tutup Dedy penuh semangat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan