Bengkulu – Penataan kawasan Pasar Minggu dan Pasar Panorama terus dipercepat Pemerintah Kota Bengkulu demi menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum di sekitar pasar yang selama ini terganggu oleh aktivitas jual beli di bahu jalan dan trotoar. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan, keberhasilan penataan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Dalam keterangannya, Rabu (4/12), Dedy mengajak seluruh jajaran Pemkot serta warga untuk mendukung penataan dengan menjadi konsumen yang cerdas, yakni berbelanja di dalam area pasar resmi yang telah disediakan.
“Keberadaan pedagang yang berjualan di bahu dan badan jalan telah mengganggu ketertiban umum serta menghambat akses lalu lintas. Kami mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri masuk ke dalam pasar,” ujar Dedy.
Menurutnya, penataan kawasan pasar tidak semata soal keindahan kota, melainkan upaya membangun ekosistem usaha yang adil. Pedagang yang berjualan di lokasi terlarang kerap menutup akses dan mengurangi visibilitas ruko maupun lapak resmi di dalam pasar, sehingga merugikan pedagang yang telah mematuhi aturan.
Sebelumnya, tim gabungan Pemkot Bengkulu telah melakukan penertiban di sejumlah titik strategis, di antaranya Pasar Minggu serta kawasan KZ Abidin I dan II. Dalam kegiatan tersebut, lapak-lapak liar ditertibkan dan pedagang diarahkan untuk menempati area yang telah disiapkan pemerintah.
Pemkot Bengkulu menegaskan, penegakan aturan ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang kecil. Penataan dilakukan agar fungsi jalan dan trotoar kembali normal, sementara aktivitas ekonomi tetap berlangsung di lokasi yang legal dan tertib.
Selain penertiban, sosialisasi Peraturan Daerah tentang ketertiban umum terus digencarkan agar seluruh pihak memahami aturan yang berlaku. Dengan pasar yang tertata rapi, pemerintah berharap kenyamanan konsumen meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan pasar yang tertata, kami berharap aktivitas jual beli dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan tertib bagi semua pihak,” pungkas Dedy.





