Alaku

Tanpa APBD, Festival Pantai Panjang Bengkulu Dongkrak UMKM dan Kunjungan Wisata

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat membuka Festival Pantai Panjang Semarak Pesisir Bengkulu resmi dibuka pada Jumat (24/7/2026) (foto:aswangkonaevi/repoeblik.com)

Bengkulu – Festival Pantai Panjang Semarak Pesisir Bengkulu resmi dibuka pada Jumat (24/7/2026) dengan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menariknya, penyelenggaraan festival selama tiga hari tiga malam itu berlangsung tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan didukung penuh oleh kolaborasi berbagai sponsor, instansi, dan mitra.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi Dinas Pariwisata Kota Bengkulu yang dinilai mampu menghadirkan agenda wisata berskala besar melalui sinergi lintas sektor. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.

“Tadi saya kaget dengar Kadis Pariwisata yang semangatnya luar biasa. Yang membanggakan ternyata kegiatan sebesar ini tidak menggunakan anggaran APBD. Saya memang selalu mengatakan kita harus berpikir kreatif. Jangan karena keterbatasan anggaran kita tidak bisa bekerja,” ujar Dedy.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menjelaskan, Festival Pantai Panjang menjadi bagian dari kalender pariwisata daerah yang bertujuan mempromosikan destinasi Pantai Panjang, meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Festival ini non APBD, murni dari partisipasi para sponsor,” kata Nina.

Festival diawali dengan pawai murid TK dan PAUD se-Kota Bengkulu yang dihadiri Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Bunda PAUD Kota Bengkulu Dian Fitriani Dedy Wahyudi. Selama 24 hingga 26 Juli 2026, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan, mulai dari Expo UMKM Pesisir, tari kolosal, Explore City Tourism, pameran Telong-Telong, lomba mewarnai, sepak bola pantai, live mural, hingga pertunjukan musik dan tari tradisional.

Pembukaan festival juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Bengkulu, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, TNI-Polri, OJK, Kanwil Hukum dan HAM, pimpinan perbankan, serta jajaran pemerintah daerah.

Di sisi lain, festival membawa berkah bagi ratusan pelaku UMKM yang membuka stan di kawasan Pantai Panjang. Sejak hari pertama, berbagai produk kuliner dan olahan khas Bengkulu ramai diburu pengunjung, bahkan sejumlah pedagang mengaku dagangannya hampir habis hanya dalam dua jam pertama.

Salah seorang pelaku UMKM, Okta, mengaku omzet penjualannya meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa berkat ramainya pengunjung festival.

“Baru dua jam, omzet kami sudah dua kali lipat dibanding biasanya. Harapan kami pemerintah lebih sering membuat event seperti ini agar UMKM semakin maju,” ujarnya.

Wali Kota Dedy menilai tingginya transaksi selama festival menjadi bukti bahwa kegiatan pariwisata mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu akan mempertimbangkan mengalokasikan anggaran pada tahun mendatang agar penyelenggaraan festival lebih besar, mampu menambah jumlah stan UMKM, serta menarik lebih banyak wisatawan.

“Ke depan karena acaranya bagus, kita akan anggarkan agar dampaknya semakin besar terhadap UMKM dan kunjungan wisata. Stand UMKM juga akan kita tambah lebih banyak lagi,” kata Dedy.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan