Bengkulu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu bergerak cepat membuka tiga dapur umum setelah banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Bengkulu sejak Senin dini hari (6/4/2026). Langkah ini dilakukan di tengah meluasnya genangan dan masih berlangsungnya pendataan korban terdampak.
Kepala BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengatakan, dapur umum didirikan di tiga titik untuk mempercepat distribusi bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Selain itu, satu unit mobil dapur umum juga disiagakan guna memperkuat layanan di lapangan.
“Ada tiga titik, yakni di Perumahan Korpri, Perumahan Ejuka, dan di Kelurahan Rawa Makmur,” kata Made.
Ia menambahkan, BPBD saat ini hanya memiliki satu unit mobil dapur umum. Armada tersebut rencananya akan difokuskan untuk mendukung kebutuhan warga di kawasan Perumahan Ejuka yang juga terdampak genangan.
“Kalau untuk mobil dapur umum, kita cuma ada 1 unit, itu rencananya nanti kita standby-kan di Perumahan Ejuka,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan banjir merendam sejumlah titik di berbagai kelurahan di Kota Bengkulu. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Jalan Gedang, RT 15 RW 05 Kelurahan Sukamerindu, Jalan Cempaka Kelurahan Kebun Beler, Jalan Merpati 15 Kelurahan Rawa Makmur Permai, serta Jalan Merapi 12 Perumahan Pondok Indah RT 04.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Seruni RT 08 RW 02 Kelurahan Nusa Indah, wilayah Kelurahan Kebun Tebeng, Jalan Citarum 4 Kelurahan Lingkar Barat, Jalan Bhakti Husada 1 Kelurahan Lingkar Barat, hingga Jalan Rinjani di kawasan Jembatan Kecil.
Meski demikian, BPBD menegaskan data dampak banjir di Kota Bengkulu masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan karena laporan dari sejumlah wilayah masih terus masuk hingga Senin pagi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pihaknya belum menerima seluruh laporan dari lapangan. “Belum semua, kami baru menerima beberapa laporan hingga tadi malam. Kami masih mengumpulkan data,” kata Deni.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga langsung menggelar rapat koordinasi penanganan bencana untuk memperkuat respons di lapangan. Rapat yang berlangsung di New Jenggalu Resto itu dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar.
Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny Pebriyanto L. Tobing, organisasi perangkat daerah terkait, serta unsur lintas instansi seperti BPBD, Baznas, Damkar, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kominfotik Provinsi Bengkulu. Fokus utama pembahasan adalah percepatan penanganan banjir di daerah terdampak, termasuk kesiapan logistik dan pelayanan darurat.
Khairil menegaskan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar penanganan banjir berjalan optimal. “Kebutuhan logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga kesehatan, hingga posko pengungsian telah disiapkan dan akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Khairil.
Selain Kota Bengkulu, banjir besar juga melanda Kabupaten Lebong. Pemprov mencatat sedikitnya enam kecamatan dan 15 desa terdampak, dengan sekitar 1.200 rumah terimbas banjir dan longsor.
Pemerintah memastikan bantuan awal berupa personel dan perahu karet telah disalurkan untuk mendukung evakuasi warga. Pemprov juga menegaskan layanan kesehatan, logistik, serta penyebaran informasi resmi melalui kanal digital terus diperkuat agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.





