Lebong – Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Lebong menyiapkan terobosan layanan kesehatan dengan meluncurkan aplikasi Sidale’ak (Sidarah) untuk memudahkan masyarakat mengakses ketersediaan stok darah secara real time.
Direktur RSUD Lebong, dr Menoffliandi Leswin, mengatakan inovasi digital tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan darah yang hampir setiap hari dibutuhkan pasien, baik untuk tindakan operasi maupun terapi seperti cuci darah.
“Setiap hari selalu ada darah yang diminta masyarakat,” ujar Menoffliandi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, selama ini warga yang membutuhkan darah harus datang langsung ke RSUD Lebong, khususnya ke UPTD transfusi darah, hanya untuk memastikan ketersediaan stok. Kondisi ini kerap menyulitkan, apalagi ketika stok darah kosong dan keluarga pasien harus mencari pendonor secara mandiri.
Melalui aplikasi Sidale’ak, masyarakat nantinya cukup membuka ponsel untuk mengetahui ketersediaan darah di bank darah tanpa harus datang ke rumah sakit.
“Jika tidak ada halangan, aplikasi ini akan resmi kita launching pada Mei mendatang,” katanya.
Tak hanya menampilkan stok darah, aplikasi tersebut juga akan memuat informasi jadwal dan lokasi kegiatan donor darah di berbagai titik di Kabupaten Lebong.
Dengan fitur itu, masyarakat diharapkan bisa lebih mudah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Selain itu, Sidale’ak juga dilengkapi sistem pengingat bagi pendonor melalui notifikasi WhatsApp ketika sudah memasuki masa tiga bulan sejak donor terakhir.
“Pendonor akan mendapat pemberitahuan bahwa sudah bisa kembali mendonorkan darahnya,” ujar Menoffliandi.
Ia menambahkan, aplikasi ini juga menyediakan ruang interaksi bagi masyarakat untuk mencari informasi pendonor jika stok darah yang dibutuhkan tidak tersedia.
“Petugas akan membantu memberikan informasi kemungkinan pendonor, terutama jika keluarga pasien tidak ada yang bisa mendonor,” tutupnya.





