Kondisi pasca puting beliung di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Sabtu (4/4/2026)(dok:ist)
Kondisi pasca puting beliung di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Sabtu (4/4/2026)(dok:ist)

Puting Beliung Terjang Desa Sumber Urip Rejang Lebong, Puluhan Rumah Rusak dan Tiang Listrik Roboh

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Rejang LebongAngin puting beliung kembali menerjang wilayah Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Sabtu (4/4/2026), menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan sejumlah tiang listrik roboh.

Bencana yang terjadi di tengah peringatan cuaca ekstrem ini memicu kerusakan cukup serius, terutama di kawasan Dusun III dan Dusun IV yang menjadi wilayah terdampak paling parah.

Camat Selupu Rejang, Linda, mengatakan dirinya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga terkait bencana tersebut. Dari hasil pantauan awal, angin kencang merusak rumah warga serta fasilitas umum di sejumlah titik.

“Dampak terparah berada di Dusun III dan Dusun IV,” jelas Linda.

Ia merinci, di Dusun IV tercatat sekitar 18 rumah warga terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 unit rumah mengalami kerusakan berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.

Selain di Dusun IV, kerusakan juga dilaporkan terjadi di dusun lainnya di Desa Sumber Urip, meski tingkat kerusakannya tidak separah wilayah yang terdampak paling berat.

Tak hanya rumah warga, terjangan angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah tiang listrik roboh. Kondisi ini membuat warga harus waspada terhadap potensi gangguan aliran listrik dan bahaya di sekitar lokasi terdampak.

Saat ini, pemerintah Kecamatan Selupu Rejang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Selain pendataan, penanganan darurat juga mulai dilakukan guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat langkah pemulihan pascabencana di lokasi kejadian.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Pemerintah kecamatan memastikan seluruh warga selamat meski mengalami kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum.

“Kami pastikan sementara tidak ada korban jiwa. Harapan kami kondisi segera pulih dan masyarakat tetap waspada,” tutup Linda.

Sebelumnya, BPBD Provinsi Bengkulu memang telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipicu hujan sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk periode 2 hingga 4 April 2026.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menegaskan peringatan dini tersebut harus menjadi perhatian serius masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.

Berdasarkan peringatan dini BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong termasuk salah satu wilayah yang masuk status waspada hujan sedang hingga lebat pada 2 April dan kembali pada 4 April 2026.

Meski BMKG tidak mencatat adanya status siaga maupun awas, serta tidak ada peringatan khusus angin kencang dalam periode tersebut, kejadian puting beliung di Desa Sumber Urip menjadi pengingat bahwa potensi cuaca ekstrem tetap dapat menimbulkan dampak serius di lapangan.

BPBD pun kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat cuaca buruk, seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan terbuka, serta tidak berteduh di bawah pohon, tiang listrik, maupun papan reklame saat hujan deras disertai angin kencang.

Gambar Gravatar
Wartawan media digital yang berfokus pada peliputan berita daerah, isu sosial, serta dinamika lokal dengan mengutamakan fakta dan kredibilitas sumber informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *