Bengkulu – Kejuaraan pencak silat Piala Kapolda Bengkulu se-Sumatera Tahun 2025 resmi berakhir kemarin, Sabtu (6/9/25) sore. Dengan tema “Masuklah dengan Keyakinan dan dengan Kebanggaan”, ajang bergengsi ini mempertemukan 814 pesilat dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera dan disaksikan sekitar 500 penonton.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., yang hadir langsung menutup kejuaraan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga ruang untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa.
“Pencak silat adalah warisan luhur yang mengajarkan sportivitas, persaudaraan, dan sikap kesatria. Menang atau kalah harus disikapi dengan rendah hati,” ujar Kapolda Mardiyono dalam sambutannya.
Klub Wahana Mipra Mendominasi
Sejumlah kategori dipertandingkan, mulai dari usia dini, pra remaja, remaja hingga dewasa. Klub Wahana Mipra tampil gemilang dengan memborong gelar juara di beberapa kelas.
Adapun penghargaan pesilat terbaik putra diraih Bripda Muhammad Dzaky Dalis, sedangkan pesilat terbaik putri disabet Syfa Khanza Harira.
Apresiasi Kapolda
Penutupan berlangsung khidmat namun tetap meriah dengan penyerahan piala, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta doorprize. Kapolda Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada panitia, stakeholder, dan seluruh peserta yang turut menyukseskan acara.















