Bengkulu – Upaya mengejar penerimaan daerah pada 2025 mendorong Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi lintas sektor, menyusul masih minimnya kontribusi pajak kendaraan bermotor terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Penguatan koordinasi itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD Provinsi Bengkulu yang digelar Rabu (4/2). Forum tersebut secara khusus mengevaluasi kinerja Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, serta Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.
Data Satuan Tugas Khusus Optimalisasi Aset dan PAD Provinsi Bengkulu mencatat penerimaan dari PKB dan BBNKB sepanjang 2025 mencapai Rp310 miliar. Sementara itu, Opsen PKB dan Opsen BBNKB menyumbang Rp201 miliar. Namun dari total 1.297.250 unit kendaraan yang terdaftar, hanya 419.132 unit atau sekitar 32 persen yang tercatat aktif membayar pajak.
Berbanding terbalik, penerimaan dari Opsen MBLB justru menunjukkan kinerja positif. Realisasi pendapatan mencapai Rp2,1 miliar atau melonjak 172,5 persen dibandingkan target Rp1,2 miliar.














