Pemprov Bengkulu Prioritaskan Revitalisasi Masjid Jamik, Fokus Jaga Nilai Sejarah

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadikan revitalisasi kawasan Masjid Jamik sebagai salah satu program prioritas yang akan diusulkan memperoleh dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penataan kawasan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga menjaga warisan sejarah yang melekat pada bangunan ikonik tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan konsep revitalisasi akan menitikberatkan pada pelestarian nilai historis dan keaslian bangunan agar identitas Masjid Jamik tetap terjaga.
Menurut Tejo, Masjid Jamik merupakan salah satu aset bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan perkembangan Bengkulu. Karena itu, setiap tahapan perencanaan akan memperhatikan aspek pelestarian sejarah selain kebutuhan penataan kawasan.
“Masjid Jamik menjadi prioritas kami. Kawasan ini memiliki nilai historis yang sangat kuat sehingga konsep penataannya diarahkan untuk memperluas kawasan sekaligus mengembalikan karakter dan keaslian bangunan sesuai dengan sejarah yang dimilikinya,” kata Tejo, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi akan difokuskan pada penataan lingkungan di sekitar masjid agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung. Sejumlah elemen bangunan yang memiliki nilai sejarah juga akan menjadi perhatian utama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program tersebut.
Pemerintah daerah, lanjut Tejo, tidak ingin pembangunan yang dilakukan justru menghilangkan ciri khas bangunan yang selama ini menjadi bagian dari identitas Masjid Jamik. Karena itu, konsep pelestarian akan menjadi landasan utama dalam setiap tahap revitalisasi.
Selain memperbaiki kualitas kawasan, program ini diharapkan dapat memperkuat fungsi Masjid Jamik sebagai salah satu ikon religi dan destinasi sejarah di Bengkulu. Penataan yang dilakukan juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat tanpa mengurangi nilai historis yang dimiliki bangunan tersebut.
Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menjaga bentuk, karakter, dan keaslian Masjid Jamik sebagai warisan sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan daerah. Melalui revitalisasi yang terencana, kawasan tersebut diharapkan tetap menjadi simbol sejarah sekaligus kebanggaan masyarakat Bengkulu.






