Pemkot Bengkulu Buka Donasi untuk 21 Keluarga Korban Kebakaran Pengantungan

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memastikan penanganan 21 keluarga terdampak kebakaran di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, terus dilakukan Pemkot Bengkulu, Rabu (12/8), melalui dapur umum, bantuan kebutuhan dasar, serta pendampingan psikologis hingga warga kembali mandiri.
Dedy yang meninjau langsung lokasi bersama jajaran Pemkot Bengkulu meminta masyarakat tidak membiarkan para korban menghadapi musibah seorang diri. Pemkot juga membuka ruang bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan, termasuk pakaian layak pakai, makanan, maupun bentuk donasi lainnya melalui dapur umum di lokasi.
“Termasuk juga masyarakat Kota Bengkulu bagi yang ingin berinfak, bersedekah, ataupun memberi bantuan bentuk apapun, boleh langsung ke dapur umum sini. Ada 21 keluarga terdampak. Ini musibah, kita hadapi bersama,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, langkah awal penanganan dilakukan tim Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) dengan memadamkan sekaligus melokalisasi api agar tidak semakin meluas. Setelah kondisi terkendali, Pemkot memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi melalui pendirian dapur umum.
Bantuan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan fisik. Pemkot Bengkulu juga menyiapkan pemulihan trauma bagi anak-anak yang mengalami guncangan psikologis setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
“Sampai nanti masyarakat sudah bisa mandiri betul. Tapi sebelum itu, kita akan terus buka donasi, kemudian kita juga buka dapur umum,” kata Dedy.
Ia menegaskan pendampingan akan dilakukan sampai warga mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam situasi bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan kondisi mental warga, khususnya anak-anak, kembali pulih.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dedy mengatakan Pemkot belum menerima informasi mengenai hasil penyidikan terkait pemicu kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut.
Di sisi lain, Dedy meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan angin kencang yang terjadi di Bengkulu. Ia menilai angin kuat membuat api lebih cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
“Karena musim kemarau ini sedikit saja suasana panas, kemudian angin juga kencang. Kalau tidak angin, mungkin tidak sebanyak ini. Tapi karena angin yang kuat, sehingga beberapa rumah menjadi ikut terbakar,” ujarnya.
Dedy menyebut kebakaran di Pengantungan menambah catatan kejadian serupa yang terjadi di Kota Bengkulu dalam sepekan terakhir. “Dalam seminggu ini ada tiga lokasi kebakaran. Kita berharap dan berdoa ini yang terakhir di Kota Bengkulu,” katanya.






