Orang Tua Korban Sepakat Tempuh Jalur Damai, Kasus Dugaan Perundungan Siswi SMPN 45 Seluma Berakhir Kekeluargaan

Seluma – Penanganan kasus dugaan perundungan yang melibatkan sesama siswi SMPN 45 Seluma mengarah pada penyelesaian secara kekeluargaan. Orang tua korban berinisial RS menyatakan telah sepakat berdamai dengan pihak terduga pelaku dan berencana mencabut laporan yang sebelumnya disampaikan kepada kepolisian.
Kesepakatan damai dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam (16/6/2026) di kediaman orang tua korban di Desa Air Payangan, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma. Langkah tersebut diambil setelah kedua belah pihak mempertimbangkan kondisi psikologis anak-anak yang terlibat.
Ayah korban, Rici (39), mengatakan keputusan menyelesaikan perkara secara kekeluargaan merupakan hasil pertimbangan bersama keluarganya. Menurutnya, proses hukum yang berjalan telah memberikan tekanan mental, baik kepada korban maupun terduga pelaku.
“Malam nanti insyaallah, kita akan melakukan damai secara kekeluargaan, dan laporan kami ke pihak kepolisian akan dicabut,” ujar Rici, Selasa (16/6/2026).
Ia mengungkapkan kondisi mental putrinya masih terganggu setelah peristiwa tersebut. Di sisi lain, ia juga menilai terduga pelaku mengalami tekanan psikologis akibat kasus yang telah menjadi perhatian publik.
“Kasihan dengan terduga pelaku, mentalnya saat ini juga sudah terganggu akibat dari laporan kami ke kepolisian. Damai ini murni niat hati saya selaku orang tua. Dengan maaf dan damai ini saya berharap perbuatan seperti itu tidak terulang lagi,” katanya.
Meski memilih jalur damai, Rici berharap pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dapat memberikan pendampingan psikologis kepada anaknya agar dapat memulihkan kondisi mental dan kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
“Saya sangat berharap Dinas Sosial Seluma dapat membantu memulihkan mental dan semangat anak saya untuk kembali sekolah dan kembali bergaul dengan teman-temannya,” ujarnya.
Rici juga mengungkapkan rencana memindahkan RS ke SMP Negeri 20 Seluma di Desa Kunduran, Kecamatan Seluma Selatan. Selain itu, ia berharap pihak sekolah mengambil langkah pembinaan terhadap terduga pelaku, termasuk mempertimbangkan pemindahan sekolah sebagai bentuk efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting tidak hanya dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik melalui pengawasan dan pembinaan yang optimal.
Ia pun mengimbau seluruh sekolah di Kabupaten Seluma untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa demi mencegah terjadinya kasus perundungan di lingkungan pendidikan. “Saya berharap para guru di Kabupaten Seluma dapat memberikan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap anak didiknya, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.






