Alaku

Nasaruddin Umar Pimpin Tabligh Akbar di Bengkulu, Serukan Dakwah Tanpa Kebencian

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin Tabligh Akbar di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis malam (23/4/2026) (foto:Awang)

BengkuluMenteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin Tabligh Akbar di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (23/4/2026) malam. Dalam tausiah di hadapan ratusan jamaah, ia menegaskan pentingnya dakwah yang menyejukkan dan tidak menanamkan kebencian di tengah masyarakat majemuk.

Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang berlangsung khidmat. Jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang menjadi bagian dari kunjungan kerja Menteri Agama di Bengkulu.

Dalam ceramahnya, Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis. Ia menekankan agar dakwah tidak justru memicu perpecahan.

“Banyak orang, sadar atau tidak, ketika mengajarkan agama justru menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Ini tidak sesuai dengan kondisi Indonesia yang sangat plural,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar menjadi ruang penting untuk memperkuat persatuan umat sekaligus menjaga harmoni sosial.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan visi religius pemerintah daerah. Salah satunya diwujudkan melalui program Retret Merah Putih bagi ASN dan PPPK.

“Kami berharap melalui tausiah Menteri Agama, masyarakat mendapatkan penguatan spiritual dan motivasi untuk membangun kehidupan yang damai dan berakhlak,” kata Mian.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Menteri Agama juga meresmikan Penguatan dan Deklarasi Remaja Islam Masjid (RISMA) se-Kota Bengkulu. Program ini ditujukan untuk mengaktifkan kembali peran remaja masjid dalam memakmurkan rumah ibadah.

Dedy menyebut langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menekan kenakalan remaja, termasuk fenomena geng motor, melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

“Kami ingin RISMA kembali aktif dan menjadi ruang positif bagi generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, Danlanal Bengkulu Nurwahidin, Rektor UIN Fatmawati Bengkulu Khairudin Wahid, serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Tabligh akbar ini menjadi salah satu agenda utama kunjungan Menteri Agama di Bengkulu yang diharapkan mampu memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan