Alaku

Mian Dorong BWSS VII Perkuat Irigasi Demi Sukseskan Pertanian Modern di Bengkulu

Wakil Gubernur Bengkulu saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (30/7/2026). (foto:ardianto/repoeblik.com)

Bengkulu – Wakil Gubernur Bengkulu Mian meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII memastikan ketersediaan air dan jaringan irigasi untuk mendukung penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Dukungan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan nasional yang mulai diterapkan di Provinsi Bengkulu.

Penegasan itu disampaikan Mian saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (30/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri kepala dinas yang membidangi pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu, para penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan. Forum ini digelar untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat implementasi sistem pertanian modern di wilayah Bengkulu.

Mian mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan yang ditindaklanjuti Kementerian Pertanian melalui PM-AAS.

“Pertama, kita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas program prioritas Bapak Presiden terkait upaya swasembada pangan yang ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui program PM-AAS,” ujar Mian.

Menurutnya, PM-AAS mengedepankan modernisasi dan mekanisasi di seluruh tahapan budidaya pertanian. Mulai dari proses penanaman menggunakan peralatan modern, dukungan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga tersedianya sumber daya air yang memadai sebagai penopang utama produktivitas.

Karena itu, ia menegaskan keberadaan air baku dan sistem irigasi harus menjadi perhatian utama. Mian meminta BWSS VII memastikan pasokan air dapat menjangkau seluruh kawasan pertanian yang menjadi sasaran pelaksanaan PM-AAS di Bengkulu.

“Intinya adalah modernisasi dan mekanisasi, mulai dari penaburan benih menggunakan alat modern yang didukung saprotan yang memadai, termasuk ketersediaan sumber daya air. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mian menilai keberhasilan program pertanian modern tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat dan teknologi. Program cetak sawah maupun Optimalisasi Lahan (Oplah) juga membutuhkan dukungan jaringan irigasi yang berfungsi optimal agar pasokan air tetap terjamin sepanjang musim tanam.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BWSS VII, dan seluruh pemangku kepentingan, Mian berharap implementasi PM-AAS di Bengkulu dapat berjalan maksimal sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan