Pemerintah Pusat Kucurkan Rp2,9 Triliun, Mega Proyek Penanggulangan Banjir di Kota Bengkulu Resmi Dimulai

Bengkulu – Impian warga Kota Bengkulu untuk terbebas dari banjir perlahan mulai terwujud. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana sebesar Rp2,9 triliun untuk mega proyek penanggulangan banjir Sungai Bengkulu. Proyek ini digarap oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai penanda dimulainya proyek tersebut. Ia menjelaskan, proyek penanggulangan banjir ini akan dikerjakan dalam tiga tahap.
“Ini baru tahap awal, dilanjutkan dengan normalisasi sungai, dan nanti pembangunan zeti di wilayah muara. Total anggaran dari pusat sebesar Rp2,9 triliun. Untuk tahap pertama ini, digelontorkan Rp100 miliar. Mohon doa agar dana terus mengalir dan proyek ini bisa menanggulangi banjir yang selama ini menjadi keluhan warga,” ujar Dedy Wahyudi, Rabu (30/4/2025).
Dedy menegaskan bahwa perjuangan panjang yang dimulai sejak masa kepemimpinan Helmi Hasan sebagai Wali Kota dan dirinya sebagai Wakil Wali Kota akhirnya membuahkan hasil.
“Empat tahun lalu, kami menyampaikan langsung permohonan bantuan ke pemerintah pusat. Alhamdulillah sekarang dikabulkan. Ini bentuk perhatian besar pusat terhadap Bengkulu,” katanya.
Sementara itu, Kepala BWSS VII Bengkulu, Media Ramadan, menargetkan pengerjaan tahap awal selesai pada Desember 2025. Tahap ini mencakup beberapa pekerjaan penting, antara lain:
- Perbaikan tanggul di Kelurahan Sukamerindu dan Tanjung Agung
- Peningkatan kapasitas pompa banjir
- Normalisasi saluran drainase yang menuju ke pompa utama
“Banjir besar tercatat terjadi pada tahun 2019, 2022, dan 2023. Berdasarkan kajian kami, penanganan menyeluruh perlu dilakukan, termasuk pembangunan kolam retensi, tanggul, bangunan sedimen di hulu sungai, hingga zeti di muara,” jelas Media.
Ia juga menambahkan bahwa selama proses pembangunan, beberapa ruas jalan di kawasan Tanjung Agung akan ditutup sementara. Namun, akses bagi warga tetap akan dijaga agar tidak mengganggu aktivitas harian.
“Kami berharap proyek ini memberi dampak nyata dan menjadi solusi jangka panjang untuk masyarakat Kota Bengkulu,” tutupnya.






