Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan empat janji penting kepada buruh Indonesia saat berpidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis 1 Mei 2025. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan buruh, petani, nelayan, dan seluruh rakyat kecil.
Prabowo: Presiden Buruh, Petani, dan Orang Susah
Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada buruh yang setia mendukungnya dalam setiap pemilihan presiden.
“Saudara tidak pernah tinggalkan saya, 4 kali saya kalah, yang 5 kita menang. Saya ingin sampaikan di sini, saya merasa menjadi presidennya buruh, presidennya petani, presidennya nelayan, presidennya orang yang susah,” katanya.
1. Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional
Prabowo berjanji akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang terdiri dari tokoh-tokoh pimpinan buruh dari seluruh Indonesia. Dewan ini akan bertugas mengkaji kondisi buruh dan memberikan nasihat kepada presiden terkait regulasi yang perlu diperbaiki.
“Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang akan terdiri dari semua tokoh pimpinan buruh seluruh Indonesia… mereka akan memberikan masukan kepada saya, nanti akan diperbaiki,” tegasnya.
2. Satgas PHK Akan Segera Dibentuk
Presiden juga berkomitmen membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) guna melindungi buruh dari pemecatan semena-mena oleh perusahaan.
“Kita tidak akan membiarkan pekerja-pekerja kita di PHK seenaknya,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa negara siap turun tangan jika ada pengusaha yang tidak memenuhi hak buruh.
3. Pengesahan RUU PPRT dalam 3 Bulan
Prabowo menjanjikan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) akan disahkan maksimal tiga bulan ke depan. Pembahasan RUU ini akan dimulai kembali minggu depan sesuai laporan dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
“Mudah-mudahan tidak lebih dari 3 bulan UU akan kita bereskan,” ucap Prabowo.
4. Kajian Pajak untuk Orang Kaya
Janji terakhir adalah mengkaji pajak penghasilan bagi individu berpenghasilan tinggi. Ia menyebut akan meninjau ulang keadilan pajak melalui Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.
“Pajak yang besar untuk orang yang penghasilannya besar… Lo orang gajinya nggak besar, jadi ngapain dipajak (tinggi),” katanya.
Empat janji ini menandai langkah awal Prabowo untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan buruh di masa pemerintahannya.





