Alaku
Alaku

Seluma – Konflik antara kepala sekolah dan sejumlah guru di SMP Negeri 05 Seluma menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Kabupaten Seluma. DPRD mendorong penyelesaian secara damai dengan meminta kedua belah pihak menurunkan ego dan menghentikan perselisihan yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.

Ketua Komisi I DPRD Seluma, Hendri Satrio, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Hendri setelah pelaksanaan hearing bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Seluma, Selasa (20/10/2026).

“Kami Komisi I DPRD Seluma, khususnya DPRD Seluma terkait permasalahan di SMPN 05 Seluma, kami mengedepankan perdamaian. Kemungkinan berdamai ini masing-masing mempunyai syarat, silakan dibicarakan antara guru dan kepala sekolah,” kata Hendri Satrio.

Menurutnya, penyelesaian konflik tidak akan tercapai apabila masing-masing pihak tetap mempertahankan ego dan merasa paling benar. Baik kepala sekolah maupun guru harus memiliki kemauan untuk memperbaiki hubungan demi menciptakan kembali suasana kerja yang kondusif di lingkungan pendidikan.

“Untuk permasalahan di SMPN 05 Seluma ini, kalau ingin mendapatkan titik terang, semuanya tidak bisa saling mengatur. Kalau semuanya mau mengatur, tidak akan ada penyelesaian. Kalau ingin didamaikan, semuanya harus menurunkan ego. Kepala sekolah turunkan ego, guru pun turunkan ego. Intinya saling memaafkan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Komisi I DPRD Seluma meminta Disdikbud segera menyusun jadwal pertemuan yang melibatkan kepala sekolah dan seluruh guru yang terlibat konflik, termasuk pihak-pihak yang diketahui saling melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan persoalan, membicarakan syarat perdamaian, serta mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.

“Langkah konkretnya, kami dari DPRD meminta kepada Disdikbud Kabupaten Seluma membuat jadwal pertemuan secara menyeluruh, kepala sekolah dan guru yang saling lapor ini. Serta guru yang berkonflik dengan kepala sekolah, kita inginkan semuanya berdamai,” sampainya.

Hendri menilai, persoalan internal di lingkungan sekolah seharusnya dapat diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi dan mekanisme penyelesaian yang tepat. Apabila konflik terus berlanjut, dampaknya dikhawatirkan tidak hanya dirasakan oleh kepala sekolah dan guru, tetapi juga peserta didik.

Hendri juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang masih terlibat dalam perselisihan. Menurutnya, apabila upaya perdamaian tidak berhasil dan keributan terus berlanjut, Komisi I DPRD Seluma akan merekomendasikan perombakan menyeluruh terhadap unsur pimpinan sekolah maupun dewan guru di SMPN 05 Seluma.

Ia menegaskan, rekomendasi tersebut tidak akan memihak salah satu pihak. Baik kepala sekolah maupun guru akan dievaluasi apabila konflik tidak kunjung berakhir.

“Yang masih meribut, kami tegaskan harus keluar dari SMPN 05 Seluma tanpa terkecuali. Kami akan memberikan rekomendasi rombak total, baik kepala sekolah ataupun dewan guru di SMPN 05 Seluma kalau terus terjadi keributan,” ujarnya.

Hendri menambahkan, DPRD tidak ingin penyelesaian persoalan hanya dibebankan kepada salah satu pihak. Jika semua pihak benar-benar menginginkan perdamaian, seluruh keributan harus dihentikan dan masing-masing harus bersedia memperbaiki hubungan.

“Kami tidak tebang pilih. Kalau mau berdamai, hentikan semua keributan. Kalau masih meribut, iya, kita rekomendasikan pindah dari SMPN 05 Seluma,” lanjutnya.

Persoalan di SMPN 05 Seluma menjadi perhatian karena konflik antara kepala sekolah dan guru yang berlarut-larut berpotensi memengaruhi suasana kerja serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Terlebih, ketika perselisihan telah berkembang hingga melibatkan aksi saling lapor kepada aparat penegak hukum, penyelesaiannya membutuhkan komunikasi serius dan langkah konkret dari pihak-pihak terkait.

DPRD berharap Disdikbud Kabupaten Seluma dapat mengambil peran aktif dalam memfasilitasi penyelesaian konflik sekaligus memastikan lingkungan sekolah kembali kondusif.

Hendri pun mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain di Kabupaten Seluma.

“Saya sangat berharap kejadian ini jangan terulang di sekolah lain, apalagi sudah saling lapor ke penegak hukum. Pastinya, masalah seperti ini kalau terus berlarut akan mengganggu proses belajar mengajar dan itu bukan contoh yang baik,” tutupnya.

DPRD Seluma berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mengutamakan kepentingan pendidikan di atas persoalan pribadi maupun perbedaan pendapat. Dengan adanya mediasi yang difasilitasi Disdikbud, konflik di SMPN 05 Seluma diharapkan dapat diselesaikan tanpa mengorbankan kenyamanan peserta didik dalam memperoleh pendidikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan