Sultan Najamudin: Karya Bakti Skala Besar di Bengkulu Sasar 721 Titik, Nilai Manfaat Capai Ratusan Miliar Rupiah

Bengkulu — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menyebut Provinsi Bengkulu menjadi proyek percontohan (pilot project) Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Program tersebut kini diperluas hingga 721 titik sasaran, dengan pekerjaan fisik ditargetkan rampung dalam 60 hari kerja.
Hal itu disampaikan Sultan saat wawancara doorstop dengan awak media seusai kegiatan penyerahan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah aspirasi Ketua DPD RI di Universitas Dehasen Bengkulu, Selasa (20/10/2026).
Sultan mengatakan, meskipun tidak dapat hadir secara langsung bersama jajaran TNI dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat peluncuran program, dirinya terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau perkembangannya.
“Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman TNI, Kopassus, dan teman-teman lainnya. Alhamdulillah, Bengkulu dijadikan pilot project untuk program Karya Bakti Skala Besar. Ini untuk pertama kalinya,” ujar Sultan.
Menurutnya, program tersebut menjadi upaya membangun model baru percepatan pembangunan melalui kolaborasi antara unsur militer, DPD RI sebagai representasi daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sultan mengaku menerima informasi terbaru mengenai perluasan cakupan program. Jika sebelumnya diperkirakan hanya mencakup sekitar 60 hingga 70 titik, jumlah sasaran kini meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data program, KBSB mencakup 721 titik sasaran di Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 614 titik dialokasikan untuk pekerjaan fisik selama 60 hari kerja. Program juga mencakup kegiatan nonfisik dan sosial medis dengan target 1.459 penerima manfaat.
Berbagai pekerjaan yang direncanakan meliputi pembangunan dan perbaikan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jaringan irigasi, peningkatan akses jalan, penyediaan air bersih, pembangunan sanitasi, serta perbaikan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum. Kegiatan sosial medis juga mencakup operasi katarak gratis, penanganan bibir sumbing, khitanan massal, dan pelayanan kesehatan lainnya.
Sultan menilai cakupan program tersebut berpotensi memberikan manfaat pembangunan dengan nilai yang sangat besar bagi masyarakat Bengkulu.
“Kalau dikonversikan dengan uang, nilainya ratusan miliar. Seharusnya itu muncul dari APBD atau APBN, tetapi alhamdulillah tidak dibebankan kepada daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun terdapat kemungkinan kontribusi pendamping dari sejumlah pihak, program tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat luas tanpa menambah beban besar bagi pemerintah daerah.
Sultan menegaskan, percepatan pelaksanaan menjadi salah satu fokus utama KBSB. Dengan batas waktu 60 hari kerja, seluruh pekerjaan fisik yang telah direncanakan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target.
“Dengan model Karya Bakti Skala Besar ini, banyak masalah paling mendasar yang bisa kita selesaikan dengan cepat. Karena dibatasi waktu 60 hari, maka dalam 60 hari harus tuntas,” ujarnya.
Ia mengatakan akan kembali ke Bengkulu bersama jajaran Kopassus dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk menghadiri peresmian hasil pelaksanaan program tersebut.
Menurut Sultan, koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara efektif.
Dalam wawancara tersebut, Sultan juga menyoroti aspirasi masyarakat Bengkulu, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi. Ia menyebut persoalan biaya masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga untuk menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, program beasiswa menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan sekaligus meringankan beban orang tua.
“Saya melalui beberapa program aspirasi, termasuk untuk kampus kita di sini. Saya sebagai orang Bengkulu yang hari ini diberikan amanah, saya sudah berjanji akan memastikan bahwa pada tahun-tahun ke depan program ini akan kita jemput dan kita perbanyak lagi,” kata Sultan.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa di Bengkulu yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi melalui program beasiswa aspirasi, termasuk KIP Kuliah.
Sultan juga menekankan pentingnya penggunaan dana beasiswa secara bertanggung jawab. Menurutnya, bantuan pendidikan tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga dapat meliputi biaya hidup atau living cost bagi mahasiswa sesuai ketentuan program.
Ia menyebut nilai dukungan untuk seorang mahasiswa dapat mencapai lebih dari Rp70 juta, bergantung pada komponen dan ketentuan pembiayaan yang berlaku.
Karena itu, Sultan mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk menunjang pendidikan dan meraih prestasi akademik.
Melalui Program Karya Bakti Skala Besar dan perluasan bantuan pendidikan, Sultan berharap kolaborasi lintas sektor dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bengkulu, baik melalui pemenuhan kebutuhan dasar maupun peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda.







