Alaku
Alaku

Bengkulu — Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mematangkan kolaborasi dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu. Cakupan target program ini diperluas dari semula 62 titik menjadi 721 titik.

Dipilihnya Bengkulu sebagai lokasi proyek pertama sekaligus percontohan nasional tidak terlepas dari peran kolaboratif tiga putra terbaik Bengkulu.

(Tengah baju putih) Stafsus Brigjenpol Esmed Eryadi saat pembukaan acara mewakili bapak Ketua DPD RI

“Tiga putra asli Bengkulu bersinergi memberikan kontribusi nyata untuk Provinsi Bengkulu. Ini merupakan investasi besar,” ujar Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin yang diwakili Staf Khusus Ketua DPD RI, Brigjen Pol Esmed Eryadi, kepada media, Sabtu (17/10), di sela-sela pembukaan KBSB di Balai Semarak, Kota Bengkulu.

Esmed menambahkan, Program KBSB tersebut berawal dari pertemuan sejumlah tokoh masyarakat asal Bengkulu di Jakarta.

Pertemuan itu melibatkan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, serta anggota DPD RI asal Bengkulu. Kolaborasi tersebut kemudian menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan berbagai pihak untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Provinsi Bengkulu.

Esmed mengatakan, besarnya jumlah titik pekerjaan yang menjadi target program tentu membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis, MPICT, yang membuka acara tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program KBSB. Ia berharap semakin banyak dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak yang dapat dibawa ke Bengkulu untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan, baik melalui pekerjaan fisik maupun kegiatan yang memperkuat kapasitas masyarakat.

Berdasarkan pemaparan program, target 721 titik tersebut disusun berdasarkan hasil survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.

Dalam pelaksanaannya, KBSB mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur fisik, seperti jembatan, jaringan irigasi, serta sumur bor. Program ini juga meliputi pelayanan kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Selama 60 hari kerja, KBSB menargetkan pekerjaan fisik di 614 titik. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur vital, seperti perbaikan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jaringan irigasi, peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas air bersih melalui sumur bor dan pipanisasi, pembangunan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK), serta rehabilitasi fasilitas ibadah, panti asuhan, dan sekolah. Program ini juga mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Selain pembangunan fisik, KBSB menyasar kegiatan nonfisik dan sosial medis dengan target 1.459 penerima manfaat. Kegiatannya meliputi operasi katarak gratis, penanganan bibir sumbing, khitanan massal, donor darah, pelayanan pembuatan akta kelahiran, nikah massal, pembagian kacamata gratis, serta aksi peduli lingkungan melalui penanaman 18.000 pohon.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan