Seluma – Curahan hati seorang guru yang mengaku mengajar di SDN 82 Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, viral di media sosial TikTok. Guru tersebut mengeluhkan pemindahan tugas yang disebut membuatnya harus mengajar lebih jauh dari tempat tinggalnya.
Persoalan ini mendapat perhatian Ketua Komisi I DPRD Seluma dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hendri Satrio, Minggu (11/10/2026). Ia menyatakan akan meminta penjelasan Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma, khususnya kepala bidang yang membidangi sekolah dasar (SD), terkait pemindahan tugas tersebut.
Hendri juga menyebut kepala sekolah yang diduga memberikan rekomendasi pemindahan tugas perlu dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Kami akan panggil pihak Diknas. Kita akan mintai penjelasan dari dinas terkait. Kalau itu rekomendasi kepala sekolah, kepala sekolahnyo jugo harus dipanggil,” ujar Hendri.
Meski demikian, ia menegaskan DPRD Seluma tidak ingin terburu-buru menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum mendengarkan keterangan dari seluruh pihak terkait.
“Tapi kito belum bisa menyalahkan siapo pun. Keterangan dari semua pihak harus kito dengarkan terlebih dahulu,” tegasnya.
Sebelumnya, video curahan hati guru tersebut beredar melalui akun TikTok @amilussaudi. Dalam video berdurasi 6 menit 20 detik itu, ia mengaku dipindahkan ke SDN 181 Harapan Mulya, yang menurutnya berjarak lebih jauh dari tempat tinggalnya.
Guru tersebut juga mempertanyakan alasan pemindahan tugas itu. Pasalnya, ia mengaku posisinya di sekolah sebelumnya digantikan oleh seorang guru honorer.
Dalam video tersebut, ia mengungkapkan telah mengabdi selama puluhan tahun di dunia pendidikan Kabupaten Seluma dan pernah bertugas di sejumlah sekolah, termasuk di wilayah pedalaman.
Menurut pengakuannya, penempatan di SDN 82 Seluma sekitar tiga tahun lalu membuatnya lebih mudah menjalankan tugas sebagai pendidik sekaligus mendampingi anaknya yang sedang sakit.
Ia menyebut anaknya mengalami distrofi muskular atau muscular dystrophy, yakni kelompok penyakit yang menyebabkan kelemahan otot secara bertahap. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berharap dapat bertugas di sekolah yang berlokasi dekat dengan tempat tinggalnya.
Melalui video itu, ia meminta perhatian pemerintah daerah, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Seluma hingga Dinas Pendidikan, agar persoalan yang dialaminya mendapat solusi. Ia mengaku tidak mengetahui harus menyampaikan pengaduan ke mana hingga akhirnya memilih mengungkapkan keluhannya melalui media sosial.
Rencana pemanggilan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah oleh Komisi I DPRD Seluma diharapkan dapat memperjelas persoalan tersebut. Sejumlah hal akan menjadi perhatian, mulai dari dasar pemindahan tugas, mekanisme penerbitan rekomendasi, kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tujuan, hingga dugaan penggantian posisi guru tersebut oleh tenaga honorer.
Selain aspek kepegawaian, kondisi keluarga guru yang bersangkutan, khususnya anaknya yang disebut membutuhkan perhatian dan perawatan, juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dari sisi kemanusiaan.
Meski demikian, persoalan ini tetap perlu ditelusuri berdasarkan ketentuan kepegawaian yang berlaku. Informasi mengenai status tenaga honorer yang disebut menggantikan posisi guru tersebut juga perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan dalam informasi yang tersedia mengenai dasar pemindahan tugas maupun dugaan penggantian posisi guru tersebut oleh tenaga honorer. DPRD Seluma berencana meminta keterangan pihak terkait untuk mendapatkan gambaran utuh sebelum mengambil sikap.







