Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan pentingnya perbaikan fasilitas sekolah saat membuka kegiatan Retreat Merah Putih Pelajar di SMAN 10 Kota Bengkulu, Senin (20/4), dengan meminta seluruh kebutuhan mendesak segera dilaporkan.
Ia secara khusus menyoroti kondisi sarana belajar yang masih belum layak di sejumlah sekolah. Helmi menegaskan, kenyamanan lingkungan pendidikan menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas pembelajaran.
“Jika ada ruang kelas yang bocor, toilet yang rusak, atau fasilitas yang kurang layak, segera sampaikan. Pendidikan yang baik harus didukung lingkungan belajar yang nyaman dan memadai,” tegasnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Syafriandi yang juga bertindak sebagai Kepala Retreat Merah Putih, Helmi meminta sekolah menyusun data kebutuhan prioritas secara rinci.
Sementara itu, Kepala SMAN 10 Kota Bengkulu Abdal Kahiri Simatupang mengungkapkan masih adanya sejumlah kekurangan fasilitas di sekolahnya, mulai dari ruang kelas, aula, hingga perlengkapan seperti kipas angin, meja, dan kursi.
Ia juga menyoroti kondisi toilet dan atap ruang kelas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera. Meski di tengah keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami ingin peserta didik tumbuh menjadi generasi yang seimbang antara pikiran, hati, dan jasmani. Generasi yang cerdas, sehat, disiplin, serta memiliki keimanan yang kuat,” ujar Abdal.
Menurutnya, pembinaan karakter terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk pembiasaan salat zuhur berjamaah dan penegakan disiplin di lingkungan sekolah.
Helmi menambahkan, program Retreat Merah Putih dirancang untuk memperkuat karakter pelajar agar lebih disiplin, berakhlak, serta memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
“Retreat Merah Putih ini diharapkan dapat membentuk siswa yang lebih dekat dengan Tuhan, disiplin, dan memiliki akhlak yang baik,” jelasnya.
Program tersebut, lanjutnya, akan digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah di Bengkulu sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berkarakter kuat sekaligus menekan berbagai persoalan kenakalan remaja.





