Bengkulu – Zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Bengkulu mencapai sekitar Rp800 juta setiap bulan, menjadi salah satu penopang utama program unggulan “Bantu Rakyat” yang digagas Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian.
Angka tersebut diungkap Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat program sosial berbasis kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Zakat yang terkumpul dari ASN di Provinsi Bengkulu jumlahnya sekitar Rp800 juta tiap bulan. Dana tersebut akan disalurkan kepada delapan asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil,” jelas Romli.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan dukungan ASN menjadi kunci keberlanjutan program Bantu Rakyat, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Evaluasi kita mencakup dukungan ASN, dalam hal ini OPD, terhadap program strategis nasional maupun kinerja khusus sesuai arahan kepala daerah, yakni program unggulan Bantu Rakyat,” ujar Herwan usai rapat evaluasi di Ruang Merah Putih Kantor Gubernur, Senin (20/4).
Ia menekankan, selain mengandalkan kontribusi ASN, OPD juga diminta mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), baik dari sektor pajak, retribusi, maupun zakat.
Program Bantu Rakyat sendiri dijalankan melalui skema non-APBD dengan berbagai kegiatan sosial. Di antaranya sedekah nasi bungkus (Sinabung), zakat profesi ASN, sedekah dan infak harian, hingga program orang tua asuh.
Di sisi lain, penguatan aspek mental dan spiritual ASN juga menjadi bagian dari strategi, salah satunya melalui kegiatan Retret Merah Putih.
“Program-program ini sudah berjalan dan terbukti sangat membantu. Untuk itu, harus terus dimaksimalkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tambah Herwan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Baznas juga tengah mengkaji perluasan sumber dana dengan mendorong penerapan zakat sebesar 2,5 persen bagi pelaku usaha, sebagai langkah optimalisasi penghimpunan dana sosial keagamaan di daerah.





