Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memborong minyak goreng produksi lokal Bumi Merah Putih (BMP) saat meninjau rumah produksi di Kelurahan Sawah Lebar, Senin (20/4), lalu membagikannya langsung kepada awak media yang meliput.
Aksi spontan itu terjadi ketika Helmi menghentikan langkahnya di area penyimpanan stok dan berdialog dengan pihak pabrik mengenai harga produk. Setelah mendapat penjelasan, ia langsung memutuskan membeli dalam jumlah dus.
“Ini satu dus berapa kalau dipasarkan,” tanya Helmi kepada pengelola pabrik.
Tak lama kemudian, ia menghitung dan langsung mengambil beberapa dus untuk dibagikan kepada wartawan di lokasi.
“Satu, dua, tiga, ini kita ambil dan bagikan ke kawan-kawan wartawan,” ujarnya, disambut antusias para jurnalis.
Suasana pun mencair ketika Helmi melontarkan candaan terkait produk tersebut.
“Kalau masak pakai minyak ini, istri wartawan makin sayang sama suaminya,” katanya, yang langsung disambut tawa.
Di balik momen santai tersebut, kunjungan Helmi merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian daerah melalui pengolahan sumber daya alam lokal, khususnya kelapa sawit.
Ia menegaskan bahwa minyak goreng Bumi Merah Putih merupakan produk asli Bengkulu, mulai dari bahan baku hingga proses produksi.
“Kita ingin daerah kita menghasilkan produk sendiri dari SDA kita. Sawitnya dari Bengkulu, buahnya dari Bengkulu, diolah menjadi CPO hingga menjadi minyak goreng,” jelasnya.
Helmi juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal sebagai bentuk kebanggaan daerah.
“Jangan mengaku orang Bengkulu jika belum mencoba minyak goreng Merah Putih,” tegasnya.
Selain itu, keberadaan industri ini dinilai memberi dampak langsung terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut Helmi, akan terus mendorong pengembangan produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke luar daerah.
Ke depan, pengembangan produk turunan di bawah label Merah Putih juga disiapkan, mulai dari sabun, produk perawatan kulit hingga parfum, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri berbasis lokal di Bengkulu.





