Bengkulu Tengah – DPRD Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Kembang Seri menyusul laporan dugaan penolakan pasien yang mengalami gejala keracunan. Kasus ini menjadi sorotan serius karena dinilai menyangkut keselamatan warga dan fungsi layanan kesehatan dasar.
Sidak dilakukan oleh lima anggota dewan lintas komisi, yakni Arsyad Hamzah, Jon Karnedi, Joni Anwar, Yulina Anani, dan Martoni. Mereka turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang siswa mengalami gejala keracunan berat seperti mual hebat, muntah, dan nyeri perut. Saat hendak dibawa ke Puskesmas Kembang Seri, pihak sekolah justru mendapat penolakan dengan alasan fasilitas tersebut hanya melayani kasus tertentu.
Akibatnya, siswa tersebut harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain dan akhirnya mendapatkan penanganan di Klinik Rizky Medika Bengkulu Tengah.
Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah, Arsyad Hamzah, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan kejadian tersebut berlalu tanpa evaluasi menyeluruh.
“Kami hadir karena laporan ini sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin pasien dengan kondisi serius justru tidak ditangani. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya, Sabtu (25/4/26).
Ia memastikan seluruh temuan akan dibahas dalam rapat komisi dan ditindaklanjuti, termasuk memanggil Dinas Kesehatan untuk memberikan penjelasan resmi.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Tengah, Jon Karnedi, menilai persoalan ini menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga harus ditangani secara serius.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Layanan kesehatan harus cepat, layak, dan manusiawi,” tegasnya.
DPRD juga menjadwalkan pemanggilan pihak terkait pada Senin (27/4/2026) untuk mencari solusi dan memastikan perbaikan sistem pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan juga terjadi pada sejumlah siswa di Bengkulu Tengah yang diduga terkait konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Badan Gizi Nasional bahkan telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kembang Seri 1 sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium.
Rangkaian peristiwa ini memperkuat sorotan terhadap kualitas layanan kesehatan dan pengawasan program pangan di Bengkulu Tengah, yang kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD.





