Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu mulai menertibkan lapak pedagang di kawasan Pantai Panjang dengan pendekatan persuasif. Sejumlah pedagang akhirnya bersedia membongkar pondok milik mereka secara mandiri setelah sempat terjadi dialog alot dengan petugas di lapangan.
Langkah ini dilakukan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu sebagai bagian dari penataan kawasan wisata unggulan tersebut agar lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin mengatakan penataan dilakukan bertahap, dimulai dari kawasan Pantai Pasir Putih hingga Pantai Pasar Bengkulu. Fokus utama penertiban adalah bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan fasilitas publik.
“Bangunan yang berada di dekat breakwater dan jalur jogging track menjadi prioritas penataan karena mengganggu estetika dan fungsi kawasan,” ujar Nina.
Ia menegaskan pemerintah memahami keberatan pedagang, namun penataan dilakukan demi kepentingan bersama, khususnya untuk meningkatkan daya tarik wisata Pantai Panjang.
“Kami memahami suasana hati pedagang. Tapi tujuan utama kita agar kawasan ini lebih indah dan tertata, sehingga wisatawan semakin tertarik datang,” katanya.
Menurut Nina, peningkatan jumlah kunjungan wisata akan berdampak langsung pada perekonomian pedagang. Karena itu, penataan kawasan dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pelaku usaha di sekitar pantai.
Selain penataan fisik, Pemkot Bengkulu juga menyoroti persoalan harga kuliner yang kerap dikeluhkan pengunjung. Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mencegah praktik harga tidak wajar.
“Kami sudah mengatur harga makanan melalui HET, tetapi masih ada pedagang yang belum patuh. Ini terus kami ingatkan,” ujarnya.
Sebelumnya, upaya penataan kawasan Pantai Panjang mendapat respons positif dari pengunjung. Yovin (40), warga Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, menilai langkah tersebut perlu untuk meningkatkan kenyamanan wisata.
“Kami mendukung supaya pantai ini lebih rapi dan nyaman. Tapi jangan hanya dibangun, harus dijaga bersama,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan agar fasilitas yang telah ditata tidak kembali rusak dan kawasan wisata tetap terawat.





