Alaku

Dedy Siapkan Tambahan Modal Rp7 Miliar, BPRS Fadhilah Perkuat Pengawasan Syariah

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, selaku pemegang saham pengendali PT. BPRS Fadhilah Kota Bengkulu, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rabu (18/6/2025) (Foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu berkomitmen memperkuat Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah melalui rencana penambahan modal sebesar Rp7 miliar secara bertahap. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPRS Fadhilah, Jumat (10/7/2026), yang juga menetapkan anggota baru Dewan Pengawas Syariah (DPS).

RUPS dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Komisaris Utama BPRS Fadhilah Deddy Intansyah Ekaputra, Direktur Utama Dendy Prasetya, Direktur Darwin Natalaksana, serta jajaran manajemen dan para pemegang saham.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati penunjukan Muhammad Dharma Setiadi sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah. Ia akan mendampingi Ketua DPS Prof. Rohimin dalam memastikan seluruh operasional BPRS Fadhilah berjalan sesuai prinsip syariah.

Usai rapat, Dedy langsung memberikan arahan kepada seluruh karyawan BPRS Fadhilah. Ia mengajak seluruh jajaran menjaga kekompakan, meningkatkan inovasi, serta tetap optimistis menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.

“Saya sebagai wali kota tentu ingin bank ini menjadi lebih besar. Ketika perusahaan ini maju dan keuntungannya besar, gaji teman-teman bisa dinaikkan dan teman-teman juga akan mendapatkan bonus. Insya Allah saya selaku pemegang saham akan menambah modal di sini Rp7 miliar, mungkin bertahap Rp3 miliar terlebih dahulu,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, kehadiran Muhammad Dharma Setiadi di jajaran Dewan Pengawas Syariah menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan bank sehingga mampu berkembang dengan tetap berpegang pada prinsip syariah.

Ia menilai tantangan industri perbankan saat ini semakin besar seiring banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan berbagai produk kepada masyarakat. Meski demikian, Dedy optimistis BPRS Fadhilah dapat terus tumbuh apabila seluruh jajaran bekerja secara solid.

“Hari ini kompetisinya begitu berat. Bank-bank lain terus tumbuh dengan menawarkan banyak produk. Tapi kalau keinginan kita kuat dan semuanya solid, insya Allah tidak ada yang tidak bisa. Bank ini adalah kebanggaan Kota Bengkulu dan kita semua punya keinginan untuk membesarkannya,” katanya.

Dedy juga memastikan Pemerintah Kota Bengkulu tetap berkomitmen memperkuat permodalan BPRS Fadhilah maupun Bank Bengkulu. Menurutnya, usulan penambahan modal saat ini sedang dibahas bersama DPRD agar dapat segera direalisasikan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPRS Fadhilah Dendy Prasetya menyerahkan piagam Top BUMD Award 2026 kepada Wali Kota Bengkulu. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja BPRS Fadhilah sebagai salah satu badan usaha milik daerah yang dinilai memiliki tata kelola dan performa yang baik di tingkat nasional.

Menanggapi penghargaan itu, Dedy menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran BPRS Fadhilah. Ia menegaskan keberhasilan bank tidak hanya diukur dari penghargaan, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kesejahteraan karyawan, memperluas layanan kepada masyarakat, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Kota Bengkulu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan