IHSG Anjlok, Prabowo Bilang Tak Takut Pasar Modal
IHSG Anjlok, Prabowo Bilang Tak Takut Pasar Modal / foto dok istimewa

IHSG Anjlok, Prabowo Bilang Tak Takut Pasar Modal

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto merespons pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi akibat kebijakan tarif impor tinggi dari Presiden AS Donald Trump. Meski IHSG sempat anjlok lebih dari 9% dan memicu pemberlakuan trading halt, Prabowo menyebut dirinya tidak takut terhadap gejolak pasar modal.

Dalam wawancara bersama tujuh jurnalis senior yang disiarkan di kanal YouTube detikcom, Selasa (8/4/2025), Prabowo mengatakan bahwa kekuatan Indonesia jauh lebih besar dari sekadar fluktuasi pasar saham.

“Saya tuh nggak terlalu takut sama pasar modal karena Indonesia punya kekuatan yang kita sadar ya. Kita jangan punya rasa rendah diri,” ujar Prabowo, dikutip dari detikcom.

IHSG Anjlok, BEI Hentikan Perdagangan Sementara

Pada Selasa (8/4/2025), IHSG sempat anjlok hingga 9,19% ke level 5.912 akibat kebijakan tarif baru dari pemerintah AS. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menerapkan trading halt selama 30 menit sebagai langkah antisipasi, sesuai Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek.

IHSG memang sempat pulih usai trading halt, namun tetap ditutup melemah 7,90% ke level 5.996. Volume transaksi mencapai 22,65 miliar saham dengan nilai Rp 20,40 triliun.

Kautsar Primadi Nurahmat, Sekretaris Perusahaan BEI, menyatakan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) juga diterapkan. Jika IHSG turun lebih dari 8%, perdagangan akan dihentikan sementara. Penurunan lebih lanjut hingga di atas 20% akan memicu trading suspend.

Prabowo: Pasar Modal dan Investasi Langsung Harus Dibedakan

Prabowo menegaskan bahwa pasar saham memang penuh spekulasi dan digerakkan oleh mekanisme cepat untuk meraih keuntungan jangka pendek. Hal itu berbeda dengan direct investment atau investasi langsung yang lebih strategis dan berdampak positif jangka panjang bagi negara.

“Kalau saham itu cari untung cepat, kalau direct investment itu ada rencana jangka panjang. Bikin pabrik, distribusi, untungnya bisa 5, 10, 30 tahun,” jelas Prabowo.

Dia menilai, jika fundamental ekonomi Indonesia kuat, investor pasti akan tetap percaya dan masuk. Ia menyebut beberapa indikator seperti rendahnya rasio utang, inflasi, dan defisit anggaran sebagai bukti bahwa ekonomi nasional dalam kondisi sehat.

BEI Siapkan Langkah Strategis

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan ada tiga strategi utama yang tengah disiapkan: diversifikasi produk (seperti structured warrant dan single stock futures), peningkatan infrastruktur teknologi perdagangan, dan fokus pada IPO berkualitas dengan aset besar (lighthouse IPO).

Langkah taktis lainnya termasuk kebijakan buyback saham tanpa RUPS, penyesuaian batas ARB, hingga pemberlakuan trading halt sebagai respons jangka pendek.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *