Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan kesiapan peluncuran minyak goreng sawit Bumi Merah Putih (BMP) “Minyak Kito Besamo” setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi produksi di Kota Bengkulu, Jumat (10/4/2026).
Peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang diwakili Asisten II Pemprov Bengkulu R.A. Denni. Kegiatan ini menjadi langkah final untuk memastikan seluruh aspek produksi hingga distribusi telah memenuhi standar sebelum produk dilepas ke pasar.
Denni menegaskan, pengecekan dilakukan menyeluruh bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, mulai dari sektor perizinan hingga kesiapan operasional pabrik yang dikelola pelaku UMKM lokal tersebut.
“Pada hari ini saya bersama dengan kepala OPD terkait meninjau langsung kondisi minyak goreng Bumi Merah Putih. Kami menerima permintaan dari pengelola untuk dilakukan launching oleh Bapak Gubernur,” ujar Denni.
Dari hasil peninjauan, pemerintah memastikan seluruh tahapan telah dipenuhi. Mulai dari legalitas usaha, kesiapan produksi, hingga rencana distribusi dinyatakan telah siap untuk mendukung pemasaran produk ke masyarakat luas.
Denni juga memastikan bahwa aspek perizinan dan sertifikasi, termasuk kehalalan produk, telah disiapkan oleh pengelola. “Apa yang disampaikan oleh pengelola, semuanya sudah melalui tahapan dan telah memiliki izin. Termasuk tadi masalah halal, semuanya disiapkan,” katanya.
Peninjauan tersebut turut melibatkan sejumlah pihak, antara lain Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Biro Ekonomi, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta perwakilan Pemerintah Kota Bengkulu.
Selain itu, hadir pula unsur pemerintah wilayah seperti Lurah Sawah Lebar Baru dan Bhabinkamtibmas setempat untuk memastikan kesiapan lingkungan sekitar mendukung operasional pabrik.
Menurut Denni, hasil pengecekan ini akan segera dilaporkan kepada Gubernur untuk penentuan jadwal peluncuran resmi. Pemerintah menargetkan produk minyak goreng tersebut dapat segera beredar sebagai alternatif kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah sudah siap dipasarkan,” ucapnya.
Dengan kesiapan tersebut, “Minyak Kito Besamo” diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan minyak goreng di Bengkulu, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.





