Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B dalam dua pekan ke depan sebagai bagian dari percepatan penanganan stunting nasional.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan langkah tersebut menjadi fokus baru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar intervensi gizi lebih tepat sasaran kepada kelompok prioritas.
“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” ujar Nanik di Jakarta, Senin (11/5).
Menurutnya, selisih besar antara capaian penerima manfaat dan data sasaran nasional membuat BGN perlu melakukan re-focusing program guna mempercepat pemerataan layanan gizi di masyarakat.
Karena itu, seluruh pengelola SPPG diminta aktif melakukan pendataan dan optimalisasi pelayanan di wilayah kerja masing-masing agar cakupan penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat meningkat dalam waktu singkat.
Nanik menegaskan, BGN tidak akan mentoleransi SPPG yang tidak serius menjalankan target prioritas tersebut. Bahkan, pemerintah menyiapkan sanksi penghentian operasional sementara bagi SPPG dengan capaian penerima manfaat 3B yang masih rendah.
“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut diperlukan agar seluruh pelaksana Program MBG tetap fokus pada tujuan utama pemerintah, yakni memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Selain memperluas cakupan penerima manfaat, BGN juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran program agar bantuan gizi benar-benar dirasakan kelompok rentan yang membutuhkan intervensi segera.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu strategi nasional pemerintah dalam memperkuat kualitas kesehatan generasi muda melalui pemenuhan gizi sejak dini, terutama bagi ibu dan anak.





